Raket

Lee Zii Jia Jadi Satu-satunya Pemain Malaysia yang Tak Terkalahkan di Piala Thomas 2026

Lee Zii Jia, mantan pemain peringkat 1 dunia, menjadi satu-satunya pemain tunggal Malaysia yang tak terkalahkan di Piala Thomas 2026 meskipun timnya tersingkir dari turnamen tersebut.

D
Dhearatika Jaya
03 May 2026 11 pembaca
Lee Zii Jia Jadi Satu-satunya Pemain Malaysia yang Tak Terkalahkan di Piala Thomas 2026
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]

Mantan pemain bulu tangkis peringkat satu dunia, Rashid Sidek, berpendapat bahwa Lee Zii Jia sebaiknya tetap berstatus sebagai pemain independen, namun disarankan untuk melanjutkan sesi latihan mingguan dengan tim nasional guna mempertahankan performanya. Saran ini muncul setelah Malaysia mengalami kekalahan 3-0 dari China di perempat final Piala Thomas 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark, pada hari Jumat, di mana Zii Jia menjadi satu-satunya pemain tunggal Malaysia yang tidak terkalahkan.

Penampilan Zii Jia yang menonjol ini terjadi setelah ia menjalani kolaborasi pelatihan selama tiga minggu dengan Persatuan Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Setelah mengalami cedera sejak Desember 2024, ia menerima undangan dari ketua komite kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei, untuk berpartisipasi dalam pelatihan Piala Thomas di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM). Ia mulai berlatih di ABM pada 8 April dan tetap bersama tim selama kamp pelatihan di Herning dari 16 hingga 22 April, mencatat tiga kemenangan dalam tiga pertandingan selama turnamen tersebut.

Kemenangan signifikan Zii Jia terjadi saat ia mengalahkan Koki Watanabe dari Jepang, yang berada di peringkat 20 dunia, menjadi kemenangan pertamanya atas pemain top-20 sejak mengalahkan Anders Antonsen dari Denmark pada Desember 2024. Rashid Sidek menilai bahwa keberhasilan Zii Jia menunjukkan bahwa ia masih memiliki potensi untuk kembali ke level tertinggi. Namun, ia menyarankan agar Zii Jia tetap berlatih dengan pemain nasional secara teratur.

“Bergabung kembali dengan BAM akan menjadi langkah yang terburu-buru. Zii Jia tidak perlu kembali ke tim nasional, tetapi ia pasti bisa mendapatkan manfaat dari sesi latihan di ABM,” ungkap Rashid. Ia juga menekankan bahwa meskipun Zii Jia baru berlatih penuh selama tiga minggu sebelum Piala Thomas, ia tetap menjadi satu-satunya pemain tunggal Malaysia yang tak terkalahkan, yang menunjukkan kualitasnya.

Rashid menambahkan bahwa pelatihan penuh waktu lebih bermanfaat bagi pemain muda di BAM, bukan untuk Zii Jia. Ia menyarankan agar Zii Jia memiliki program latihan individu yang disusun khusus, yang harus dilanjutkan di bawah pelatihnya, Liew Daren. Rashid juga menekankan bahwa Zii Jia tidak perlu berlatih setiap hari di BAM untuk meningkatkan performanya, dan satu atau dua sesi latihan mingguan sudah cukup.

Lebih lanjut, Rashid menyatakan bahwa direktur pelatihan tunggal nasional, Kenneth Jonassen, dan pelatih tunggal putra, Tey Seu Bock, memiliki tantangan yang lebih besar dalam membangkitkan kembali para pemain BAM lainnya, seperti Leong Jun Hao dan Justin Hoh, dibandingkan dengan fokus pada Zii Jia. “Jika Zii Jia kembali, seluruh perhatian akan tertuju padanya, dan ini akan menyulitkan Jonassen dan Seu Bock untuk fokus pada pemain lain,” tambahnya. Rashid menyarankan agar perhatian dialihkan pada upaya membangkitkan kembali tim nasional sambil memastikan pengaturan latihan dengan Lee Zii Jia tetap terjaga demi kepentingan kedua belah pihak.

Artikel Terkait