Leong Jun Hao mengungkapkan bahwa penampilannya di Piala Thomas 2026 merupakan kemunduran terbesar dalam kariernya, setelah tim Malaysia tereliminasi di perempat final yang berlangsung di Horsens, Denmark. Sebagai pemain tunggal utama, ia tidak berhasil meraih poin dalam pertandingan penyisihan grup melawan Finlandia dan Jepang, serta kalah di perempat final melawan China.
Setibanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Jun Hao menyampaikan rasa kekecewaannya karena tidak dapat memberikan hasil yang memuaskan untuk negara. Ia menyatakan, "Penampilan saya kali ini kurang memuaskan dan tidak begitu bagus. Bisa dibilang ini adalah kemunduran terbesar dalam karier saya." Ia juga menambahkan bahwa meskipun ini adalah momen yang sulit, ia bertekad untuk bangkit dan memberikan yang terbaik di masa depan.
Jun Hao menjelaskan bahwa tekanan sebagai pemain tunggal pertama sangat besar, namun ia mengakui bahwa performanya sendiri menjadi faktor utama dari hasil buruk tersebut. "Tekanan memang ada, tetapi pada saat yang sama, performa saya sendiri juga kurang memuaskan," ujarnya. Tim Malaysia tersingkir setelah kalah 3-0 dari China, di mana Jun Hao mengalami kekalahan dari pemain peringkat 1 dunia, Shi Yu Qi, dalam pertandingan pembuka yang berlangsung tiga set.
Menanggapi kritik yang diterimanya di media sosial, Jun Hao menyatakan bahwa ia akan memanfaatkan umpan balik tersebut sebagai motivasi untuk bangkit kembali. "Dengan apa yang telah terjadi, orang-orang akan mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi saya harus menerimanya sebagai motivasi untuk bangkit kembali," tambahnya. Mengenai masa depannya di tim nasional, ia menyatakan bahwa keputusan tersebut akan diserahkan kepada manajemen tim. "Itu tergantung pada apa yang terjadi selanjutnya. Saya akan terus fokus pada apa yang perlu saya lakukan untuk mempertahankan posisi saya," tutupnya.