Jakarta - PP Pelti kembali menyelenggarakan Liga Tenis Indonesia yang berlangsung pekan ini. Tujuan dari ajang ini adalah untuk mencari atlet pelapis yang akan mewakili Indonesia di SEA Games dan Asian Games. Liga ini resmi dibuka di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Jakarta Timur, dan berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 Oktober 2026.
Ajang ini merupakan seri kedua yang diadakan oleh federasi untuk menemukan atlet berbakat menjelang multievent yang akan datang. Seri ini adalah kelanjutan dari seri pertama yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu. Sementara itu, seri ketiga dijadwalkan berlangsung bulan depan, diikuti oleh seri keempat dan Liga Masters yang akan diadakan pada bulan Desember.
Persiapan Atlet Menuju Level Senior
“Jadi yang ikut ini merupakan atlet-atlet yang mendekati akhir junior, sehingga perlu kita menyiapkan mereka untuk mempersiapkan level seniornya ke depan,” ujar Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar Asti, setelah acara pembukaan Liga Tenis Indonesia di Jakarta Timur.
Dalam Liga Tenis Indonesia, babak utama akan mempertandingkan 32 atlet terbaik baik dari kategori putra maupun putri. Sebelumnya, babak kualifikasi telah diikuti oleh 120 peserta. Andi berharap ajang ini dapat melahirkan pemain-pemain baru yang siap bersaing di level senior, mengingat jumlah turnamen untuk kategori junior cukup banyak, sedangkan untuk kategori senior masih sangat minim.
Menargetkan Pemain Berkualitas Global
Andi menegaskan bahwa tujuan dari liga ini adalah untuk menghasilkan pemain yang mampu bersaing di tingkat global dan menjadi dasar pemilihan atlet untuk multievent. “Goal-nya bagaimana menghasilkan pemain-pemain yang bisa berkompetisi secara global. Harapan kami multievent mendatang bisa diambil dari liga tenis ini,” jelasnya.
Pemenang dari Liga Tenis Indonesia akan diambil dari delapan terbaik di empat seri untuk kategori putra dan putri. Mereka yang lolos nantinya akan bertanding di Liga Masters. Juara Liga Masters akan mendapatkan beasiswa yang mencakup biaya untuk mengikuti turnamen ITF, termasuk menjadi tuan rumah agar pemain Indonesia mendapatkan wildcard dan poin peringkat ATP/WTA.
“Itu sangat penting karena untuk menjawab multievent pasti dari ranking dunia yang kita lihat,” tambah Andi. Ia juga mencatat bahwa selama ini pemain senior mengalami kesulitan dalam mendapatkan sponsor untuk mengikuti turnamen internasional yang biayanya cukup mahal. Dengan adanya kompetisi ini, PP Pelti berkomitmen untuk memberikan beasiswa ITF kepada pemain terbaik.
Juara Liga Masters juga akan menjadi pertimbangan utama PP Pelti dalam memilih pemain untuk persiapan multievent, termasuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. PP Pelti menetapkan kuota ideal sebanyak 10 atlet putra dan 10 atlet putri untuk menciptakan pelapis yang berkualitas.
“Kuotanya, penyiapan multievent bagaimana kita menetapkan 10 putra dan 10 putri itu paling ideal, supaya ada lapis pertama dan kedua. Ini juga tujuannya untuk mengurangi risiko turnamen berbenturan seperti kejadian di Asian Games kemarin,” tutup Andi.