Logo
Basket

Los Angeles Sparks Resmi Rekrut Kate Martin Setelah Dilepas oleh Golden State Valkyries

Kate Martin telah bergabung dengan Los Angeles Sparks melalui slot development roster hanya beberapa hari setelah ditinggalkan oleh Golden State Valkyries.

A
Arka Wisena
12 May 2026 20 pembaca
Los Angeles Sparks Resmi Rekrut Kate Martin Setelah Dilepas oleh Golden State Valkyries
Kate Martin mengaku masa-masa setelah dicoret Valkyries menjadi pengalaman emosional dalam karier profesionalnya. (Foto: AP)

Kate Martin resmi menjadi bagian dari Los Angeles Sparks melalui slot development roster, hanya empat hari setelah dilepas oleh Golden State Valkyries. Pengumuman mengenai perekrutan Martin disampaikan oleh Sparks pada Minggu pagi waktu setempat. Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, pemain berusia 25 tahun itu langsung hadir di Crypto.com Arena untuk bergabung dengan tim barunya menjelang pertandingan pembuka musim melawan Las Vegas Aces.

Pengalaman Emosional Setelah Dilepas

Martin mengungkapkan bahwa masa-masa setelah dicoret dari Valkyries menjadi pengalaman yang sangat emosional dalam perjalanan karier profesionalnya. Saat berbicara kepada media, ia tampak menahan tangis saat mengenang peristiwa tersebut. “Itu sangat berat. Tetapi ini adalah keputusan bisnis dan memang seperti itulah olahraga profesional,” ungkap Martin. Ia juga menambahkan, “Sekarang saya merasa bisa memahami banyak orang yang pernah mengalami situasi seperti ini. Pengalaman ini akan membantu saya berkembang sebagai pemimpin dan pribadi.”

Pada musim lalu bersama Valkyries, Martin mencatatkan rata-rata 6,2 poin dan 2,7 rebound dalam 16,4 menit per pertandingan. Golden State merekrutnya dari Aces melalui expansion draft menjelang musim 2025, setelah sebelumnya dipilih oleh Las Vegas pada urutan ke-18 dalam NBA Draft WNBA 2024 dari Universitas Iowa.

Keputusan Sulit dari Valkyries

Pelatih Valkyries, Natalie Nakase, mengakui bahwa keputusan untuk melepas Kate Martin bukanlah hal yang mudah bagi organisasi. “Ini sangat emosional dan menyakitkan. Kate adalah bagian dari keluarga kami dan seseorang yang sangat kami pedulikan,” kata Nakase. “Namun kami juga sedang berusaha membangun tim terbaik.” Martin menerima kabar pencoretan pada Rabu lalu. Meskipun merasa kecewa harus meninggalkan Golden State dan rekan-rekan setimnya, ia memilih untuk melihat situasi tersebut secara positif. “Saya sangat menyukai masa-masa saya di Golden State. Bagian tersulit adalah meninggalkan rekan setim,” tuturnya. “Namun perjalanan karier saya memang tidak selalu mudah. Saya bisa memilih tenggelam dalam hal negatif atau belajar dan berkembang dari situasi ini.”

Martin, yang pernah bermain di Iowa bersama Caitlin Clark, menjelaskan alasannya memilih Sparks dibanding opsi lainnya. Ia merasa pendekatan pelatih Lynne Roberts membuatnya yakin untuk pindah ke Los Angeles. “Mereka benar-benar menginginkan saya di sini. Saya merasa cocok dengan sistem permainan mereka,” jelas Martin. Keberadaan beberapa pemain yang sudah dikenalnya juga mempermudah proses adaptasinya. Ia mengaku sempat menghubungi Kelsey Plum sebelum tiba di Los Angeles, karena keduanya pernah menjadi rekan setim di Las Vegas saat musim rookie Martin.

Dengan status sebagai pemain dalam development roster, Martin memiliki kesempatan untuk tampil dalam maksimal 12 pertandingan sepanjang musim. Sistem ini mirip dengan kontrak two-way player di NBA dan merupakan aturan baru dalam perjanjian kerja bersama WNBA untuk musim ini. Kate Martin akan menerima bayaran sebesar 6.136 dolar AS per pertandingan serta tunjangan mingguan 750 dolar AS ketika tidak aktif bermain. Ia merasa bersyukur karena aturan baru ini hadir tepat saat dirinya kehilangan tempat di roster utama. “Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini karena peluang seperti ini tidak selalu ada di liga,” tutup Martin.

Artikel Terkait