Logo
Raket

Tim Bulu Tangkis Malaysia Bertekad Akhiri Penantian Medali Emas di Asian Games

Para pemain bulu tangkis Malaysia menghadapi berbagai tantangan menjelang Asian Games 2026, namun pasangan Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani bertekad untuk membawa pulang medali emas setelah 20 tah...

S
Surya Kirana
12 September 2026 6 pembaca
Tim Malaysia/[Foto:NST]
Tim Malaysia/[Foto:NST]

Para atlet bulu tangkis Malaysia akan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk cedera dan performa yang tidak konsisten, saat bersiap untuk Asian Games 2026. Meskipun demikian, pasangan Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, yang kini menduduki peringkat 6 dunia, optimis dapat mengatasi rintangan tersebut dan bertekad untuk mengakhiri penantian 20 tahun negara mereka untuk meraih medali emas di Aichi-Nagoya.

Kompetisi bulu tangkis di Asian Games akan berlangsung di Gimnasium Kota Ichinomiya, Aichi, dari tanggal 20 hingga 29 September. Izzuddin menegaskan, "Saya merasa kami memiliki peluang yang sangat bagus meskipun akan ada banyak lawan kuat di Asian Games, tetapi kami menargetkan hasil yang tinggi. Pasti akan mengincar medali emas."

Sejarah Medali Emas Malaysia

Malaysia belum pernah meraih medali emas di ajang ini sejak pencapaian pasangan Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong di Doha pada tahun 2006. Kepercayaan diri Sze Fei dan Izzuddin muncul di tengah kehilangan pasangan ganda putra peringkat 4 dunia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, yang sedang bertanding di Jepang. Aaron akan tetap berpartisipasi di Asian Games, berpasangan dengan Tee Kai Wun, setelah keputusan mengejutkan dari Asosiasi Tenis Malaysia (BAM) untuk mencoret Wooi Yik.

Datuk Seri Jalani Sidek, mantan pemain ganda, percaya bahwa harapan terbaik Malaysia untuk meraih medali, bahkan emas, terletak pada Sze Fei dan Izzuddin. Sementara itu, Aaron dan Kai Wun juga harus siap menghadapi tantangan meskipun tanpa kehadiran Wooi Yik di Aichi-Nagoya. Keputusan mencoret Wooi Yik diambil setelah pelatih kepala ganda putra, Herry IP, mulai bereksperimen dengan kombinasi baru.

Tantangan di Asian Games

Aaron dan Wooi Yik adalah satu-satunya pasangan yang berhasil meraih medali bagi Malaysia dengan perunggu di Pesta Olahraga Hangzhou 2022. Jalani mengingatkan, "Berjuanglah untuk meraih medali, mungkin juga emas. Karena di nomor ganda putra itulah saya melihat peluang kita. Suka atau tidak, skuad sudah diumumkan, jadi berjuanglah untuk itu." Dia juga mencatat bahwa Asian Games akan menjadi kompetisi yang sangat berat, mengingat lima pasangan peringkat teratas dunia akan bersaing dan hanya empat medali yang diperebutkan.

Di antara pesaing utama terdapat pasangan Korea Selatan peringkat 1 dunia, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae, serta pasangan Indonesia, Fajar Alfian dan Shohibul Fikri, yang merupakan juara dunia baru-baru ini. Jalani menambahkan, "Indonesia memiliki pasangan seperti Fikri dan Fajar, sementara Korea juga kuat. Meskipun saat ini, saya melihat Korea sedikit menurun, mungkin karena kebugaran mereka sedikit melambat." Dia juga mencatat kekuatan pasangan ganda dari Jepang dan China yang akan menambah kesulitan bagi tim Malaysia.

Malaysia menetapkan target realistis untuk meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Rexy Mainaky, direktur pelatihan nasional, berharap penampilan yang penuh semangat dari Sze Fei dan Izzuddin serta Aaron dan Kai Wun, sambil menantikan kebangkitan pasangan ganda putri, Pearly Tan dan M. Thinaah. Rexy menyatakan, "Semua orang pasti ingin kami memenangkan medali emas karena ini adalah Olimpiade yang hanya diadakan setiap empat tahun sekali. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola pikiran dan fokus mereka minggu ini dan saat kita berada di Nagoya." Dia menambahkan, "Kami tentu berharap Sze Fei dan Izzuddin bisa bermain, tetapi itu tidak berarti kami mengesampingkan Aaron dan Kai Wun."

Artikel Terkait