Marc Marquez telah berhasil mengembalikan Ducati ke jalur kemenangan dengan meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Namun, bagi sejumlah penggemar, nama Casey Stoner tetap lebih pantas menyandang predikat sebagai pembalap terbaik Ducati sepanjang masa. Perdebatan mengenai siapa yang layak disebut sebagai pembalap Ducati terbaik kembali mencuat setelah penampilan impresif Marquez di MotoGP 2025. Meskipun demikian, banyak penggemar yang tetap menempatkan Stoner di posisi teratas dibandingkan pembalap asal Spanyol tersebut.
Marquez menjalani debut yang mengesankan bersama tim pabrikan Ducati, di mana ia berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2025. Dengan pencapaian ini, Marquez menjadi pembalap keempat yang membawa Ducati meraih titel di kelas premier, setelah Stoner, Francesco Bagnaia, dan Jorge Martin. Meskipun demikian, nama Stoner tetap memiliki tempat yang spesial dalam sejarah Ducati.
Keberhasilan Stoner yang Tak Terlupakan
Pembalap asal Australia ini memberikan gelar juara dunia pertama bagi Ducati pada tahun 2007. Dalam musim tersebut, Stoner meraih 10 kemenangan dan 14 podium dari total 18 balapan, serta mengakhiri musim dengan keunggulan 125 poin atas Dani Pedrosa. Pencapaian ini menjadi alasan utama mengapa banyak penggemar masih menganggap Stoner sebagai pembalap terbaik Ducati, terutama karena pada era tersebut Ducati belum menunjukkan dominasi yang terlihat dalam beberapa musim terakhir.
Stoner juga merupakan satu-satunya pembalap Ducati yang berhasil memenangkan balapan dari tahun 2008 hingga 2016, dengan total 23 kemenangan bersama pabrikan asal Borgo Panigale tersebut. Banyak penggemar berpendapat bahwa kemampuan Stoner dalam mengendalikan Desmosedici GP7 menjadi faktor penentu yang membedakannya dari yang lain. Ia bahkan dianggap mampu "menjinakkan" motor yang dikenal sulit untuk dikendalikan.
Perbandingan dengan Valentino Rossi
Pencapaian Stoner semakin menarik jika dibandingkan dengan Valentino Rossi. Legenda Italia ini pernah membela Ducati pada tahun 2011 dan 2012, tetapi tidak berhasil memberikan gelar juara dunia untuk pabrikan tersebut. Di sisi lain, Marquez masih memiliki peluang untuk mengubah pandangan tersebut. Setelah meraih gelar juara dunia 2025, ia terus menambah catatan penting bersama Ducati, bahkan menyamai 14 kemenangan Andrea Dovizioso dan berada di belakang Bagnaia serta Stoner dalam daftar kemenangan terbanyak.
Saat ini, Stoner masih memiliki argumen yang kuat untuk disebut sebagai GOAT Ducati, namun Marquez memiliki kesempatan untuk mengubah sejarah tersebut di masa depan.