Marc Marquez menghadapi akhir pekan yang menantang di MotoGP Inggris 2026, di mana ia hanya mampu mengamankan posisi keenam dalam sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Silverstone. Pembalap Ducati ini harus menerima kenyataan bahwa ia kalah cepat dari dominasi tim Aprilia.
Jorge Martin berhasil mencatat waktu tercepat dan merebut pole position dengan waktu 1 menit 56,160 detik, sementara Marco Bezzecchi berada di posisi kelima. Marquez sendiri tercatat 0,367 detik lebih lambat dibandingkan rekan senegaranya tersebut. Hal ini membuat Sylvain Guintoli berpendapat bahwa Marquez mulai menyadari bahwa meraih podium di Silverstone bukanlah hal yang mudah.
Pendekatan Baru Marquez
Guintoli, mantan pembalap MotoGP, mengamati adanya perubahan dalam pendekatan Marquez. Ia menilai bahwa pembalap berusia 33 tahun ini kini lebih bersedia untuk menerima hasil yang tidak optimal daripada mengambil risiko yang besar. "Jadi, itu mungkin berarti menerima posisi lima besar. Anda bisa melihat seberapa banyak kerb yang dia ambil. Saya katakan, dia tidak terlalu melakukan damage limitation saat time attack itu, dengan begitu banyak memotong kerb," ungkap Guintoli kepada TNT Sports.
Marquez sempat mengalami kesalahan di awal sesi Q2, di mana ia kehilangan bagian depan Ducati GP26 di Farm Curve karena ban depannya belum mencapai temperatur yang ideal. Beruntung, ia berhasil mengendalikan motornya dan melanjutkan sesi dengan mencatat waktu 1:56,527, yang membawanya ke posisi keenam.
Tantangan di Silverstone
Guintoli menilai insiden yang dialami Marquez menunjukkan betapa sulitnya bagi pembalap tersebut untuk mendapatkan performa maksimal dari Ducati di Silverstone. "Dia kehilangan motor di Tikungan 2, Farm. Itu bisa berakhir sangat buruk. Dia sudah mencoba segalanya. Dia tahu ini adalah tantangan yang berat di sini," jelas Guintoli.
Marquez datang ke Silverstone dengan hanya terpaut 18 poin dari Martin yang memimpin klasemen, sehingga Guintoli berpendapat bahwa Marquez memiliki alasan untuk tidak mengambil risiko yang berlebihan. "Jadi, di sini, damage limitation mungkin berarti menerima bahwa dia bahkan mungkin tidak akan naik podium. Sebelumnya, dia tidak akan pernah menerima itu. Dia pasti akan terjatuh!" tambah Guintoli.
Guintoli juga percaya bahwa Marquez memiliki peluang lebih baik untuk kembali kompetitif pada seri berikutnya di Aragon, yang dinilai lebih cocok dengan karakteristik Ducati, sehingga ia diprediksi akan kembali menjadi salah satu pembalap yang sulit dikalahkan.