Alcaniz - Pebalap Ducati, Marc Marquez, kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Ia mengungkapkan kekhawatiran menjelang balapan di Mandalika yang akan datang. Setelah sukses meraih kemenangan di seri Aragon, Marquez semakin mendekati pemimpin klasemen MotoGP, Jorge Martin, dengan perolehan 237 poin, hanya tertinggal 19 poin. Marco Bezzecchi juga mengintai di posisi ketiga dengan 232 poin.
Kejuaraan MotoGP 2026 masih menyisakan sembilan seri, yang berarti total ada 18 balapan yang akan berlangsung. Balapan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika dijadwalkan sebagai putaran ke-17 pada bulan Oktober mendatang.
Kekhawatiran Marquez di Mandalika
Marc Marquez belum ingin memikirkan persaingan gelar juara dengan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Pebalap berusia 33 tahun ini lebih memilih untuk fokus pada setiap balapan yang dilalui, meskipun ia merasa was-was menghadapi balapan di Mandalika. "Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk [bagiku], karena setiap tahun aku mendapatkan memori buruk dari sana," ungkap juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut.
Marquez menambahkan, "Namun, selain itu, aku merasa baik-baik saja dengan sirkuit-sirkuit yang lain. Jadi balapan demi balapan. Sekarang, mari memulihkan tenaga dari balapan ini dan fokus ke Misano."
Mandalika Sebagai "Kutukan" bagi Marquez
Sirkuit Mandalika tampaknya menjadi "kutukan" bagi Marc Marquez. Mantan pebalap Honda dan Gresini ini tidak pernah berhasil menyelesaikan balapan di tiga edisi terakhir MotoGP Mandalika. Bahkan pada tahun lalu, Marquez mengalami kecelakaan dengan Marco Bezzecchi yang mengakibatkan patah tulang selangka, cedera yang masih mengganggunya hingga saat ini.
Dengan kondisi ini, Marquez harus berjuang lebih keras untuk mengatasi tantangan yang ada di Sirkuit Mandalika pada balapan mendatang.