Marc Marquez memperlihatkan performa yang sangat dominan dalam ajang MotoGP Australia 2026 yang berlangsung di Phillip Island, membuat lawan-lawannya kesulitan untuk mengejar kecepatan yang ditunjukkannya. Neil Hodgson, mantan pembalap dan komentator MotoGP, menilai bahwa Marquez telah kembali menunjukkan kemampuan klasiknya yang pernah membuatnya ditakuti di lintasan balap.
Sepanjang rangkaian MotoGP Australia 2026, Marquez tampil sangat mengesankan. Penampilan pembalap yang membela Ducati ini mengingatkan Hodgson pada sosok Marquez ketika berada di puncak kariernya. Marquez tiba di Australia dengan selisih hanya dua poin dari Jorge Martin dalam persaingan klasemen kejuaraan dunia. Meskipun Aprilia diprediksi memiliki peluang besar di Phillip Island, kondisi lintasan yang basah justru menjadi momen bagi Marquez untuk menunjukkan kemampuannya.
Dominasi di Lintasan Basah
Marquez berhasil meraih pole position dengan keunggulan hampir 1,5 detik dari adiknya, Alex Marquez, yang menempati posisi kedua. Ia melanjutkan penampilannya yang gemilang dengan memenangkan Sprint Race setelah menghadapi pertarungan sengit melawan Martin. Hodgson menilai bahwa penampilan Marquez selama akhir pekan tersebut mengingatkan pada versi terbaik dari dirinya.
Dalam podcast Gas It Out, Hodgson menyoroti kemampuan Marquez dalam menguasai kondisi sulit, terutama ketika pembalap lain belum memiliki banyak kesempatan untuk beradaptasi dengan lintasan yang basah. Menurutnya, Marquez menunjukkan keunggulan sejak sesi kualifikasi dan tetap kompetitif meskipun harus menggunakan motor cadangan. Ia mencatatkan waktu tercepat pada lap pertamanya dengan motor cadangan tersebut dan setelah mengganti ban, kembali memperlebar keunggulannya.
Kemenangan dan Tantangan Selanjutnya
Hodgson menggambarkan penampilan Marquez sebagai agresif dan berani mengambil risiko, sehingga rival-rivalnya tampak kesulitan untuk memberikan perlawanan. Kemenangan Marquez di Sprint Race membuatnya unggul 10 poin dari Martin, yang mengalami kecelakaan pada lap kedelapan saat bertarung untuk posisi terdepan, dan mengalami patah tulang radius di pergelangan tangan, sehingga statusnya untuk balapan berikutnya menjadi tidak pasti.
Namun, Marquez kehilangan kesempatan untuk menambah keunggulannya pada balapan utama setelah Grand Prix Australia dibatalkan akibat jarak pandang yang terbatas bagi helikopter medis di tengah hujan deras. Saat ini, perhatian tertuju pada MotoGP Malaysia yang akan berlangsung di Sepang, di mana Marquez memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di klasemen, terutama jika Martin belum pulih dan harus absen dari balapan tersebut.