Sachsenring - Marco Bezzecchi, pebalap dari tim Aprilia, kini tengah dalam proses pemulihan cedera setelah menjalani operasi pada bahunya. Ia bertekad untuk bangkit dan kembali berkompetisi di balapan Silverstone yang akan berlangsung bulan depan.
Bezzecchi mengalami kemunduran signifikan setelah meraih kemenangan di Mugello. Pebalap asal Italia ini tidak mendapatkan poin dari empat balapan grand prix berturut-turut yang berlangsung di paruh pertama musim MotoGP 2026. Di Hungaria, ia terpaksa mundur dari balapan setelah terlibat kecelakaan akibat diseruduk oleh rekan setimnya, Jorge Martin, di awal lomba. Sementara di Belanda, Bezzecchi harus menerima skorsing karena mengasari marshal setelah terjatuh di sprint race.
Serangkaian Insiden yang Menyakitkan
Nasib buruk terus menghampiri mantan pebalap VR46 tersebut. Setelah mengalami kecelakaan di Belanda, Bezzecchi juga terjatuh saat kualifikasi MotoGP Jerman, yang membuatnya absen dari sisa acara akhir pekan itu dan harus menjalani operasi. Rangkaian insiden ini jelas mengancam peluangnya dalam persaingan untuk meraih gelar juara dunia. Kini, Bezzecchi tidak hanya kehilangan posisi teratas klasemen, tetapi juga melorot ke urutan keempat dengan selisih 22 poin dari Martin yang berada di puncak.
Persiapan Menuju Silverstone
Paruh kedua MotoGP 2026 akan dimulai sekitar tiga minggu lagi di Inggris. Marco Bezzecchi mengungkapkan bahwa ia telah melalui periode yang sangat sulit dalam satu setengah bulan terakhir. "Operasinya sedikit rumit, tapi untungnya berjalan dengan lancar. Aku sudah mulai pemulihanku, dan kita akan melihat bagaimana kemajuannya di hari-hari ke depan. Tapi aku yakin akan berada di Silverstone," tulis Bezzecchi di blog pribadinya.
Ia menambahkan, "Tiga pekan istirahat sebelum Silverstone. Sekarang waktunya untuk menundukkan kepala, pulih, menjalani fisioterapi, dan lainnya yang dibutuhkan agar bisa kembali ke atas motor dengan kondisi terbaik." Bezzecchi juga mencurahkan perasaannya tentang masa-masa sulit yang telah dilalui, "Satu setengah bulan yang sangat sulit: Hungaria, Brno, Assen, Jerman. Empat akhir pekan untuk dilupakan, masing-masing untuk alasan yang berbeda. Ini menyakitkan, aku enggak akan berpura-pura bahwa itu tidak menyakitkan. Namun, ada satu hal yang jelas. Ini memang waktu yang sulit, tapi kami lebih kuat. Tidak ada yang bisa membuatku menyerah."