Mariusz Wach menegaskan bahwa Tyson Fury masih memiliki banyak keunggulan yang bisa menjadi tantangan bagi Anthony Joshua jika pertarungan antara kedua mantan juara dunia kelas berat itu benar-benar terlaksana. Wach bertemu Fury dalam sebuah pertandingan pemanasan di Max Muay Thai Stadium, Pattaya, Thailand, pada 24 Juli lalu. Pertarungan ini merupakan bagian dari persiapan Fury sebelum menghadapi Joshua, setelah keduanya sepakat untuk menjalani satu laga terlebih dahulu sebelum bertemu di ring.
Fury menunjukkan performa yang dominan dalam pertarungan tersebut. Petinju asal Inggris itu terus memberikan tekanan kepada Wach hingga akhirnya petinju asal Polandia tersebut tidak melanjutkan pertandingan setelah ronde ketujuh. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Fury pada tahun 2026, setelah sebelumnya ia mengalahkan Arslanbek Makhmudov melalui keputusan angka pada bulan April.
Pandangan Wach tentang Gaya Bertarung Fury
Meskipun pertandingan melawan Wach menarik perhatian karena perbedaan usia dan kualitas kedua petinju, pengalaman Wach melawan Fury memberinya gambaran langsung tentang karakter bertarung calon lawan Joshua tersebut. Wach mengungkapkan bahwa Fury memiliki gaya bertarung yang sulit diprediksi. Selain mengandalkan jangkauan tubuh yang panjang, Fury juga mampu mengubah ritme dan tetap agresif ketika menemukan celah.
"Tyson adalah petarung yang sangat tidak ortodoks. Dia memiliki jangkauan panjang, sangat dinamis, tajam, dan juga kuat," ungkap Wach kepada Seconds Out.
Antisipasi Duel Fury dan Joshua
Wach mengaku sangat menantikan duel antara Fury dan Joshua. Ia percaya bahwa gaya unik Fury akan menjadi salah satu aspek menarik yang perlu diperhatikan saat kedua petinju tersebut akhirnya bertanding. "Saya menunggu pertarungan berikutnya melawan Joshua. Saya sangat tertarik melihat bagaimana pertarungan itu berlangsung," katanya.
Saat ini, Tyson Fury dan Anthony Joshua sedang dipersiapkan untuk pertarungan besar yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir tahun 2026. Namun, lokasi pertandingan masih menjadi perdebatan. Madison Square Garden di New York disebut-sebut sebagai salah satu opsi utama, sementara tim Joshua dan promotornya, Eddie Hearn, terus mendorong agar pertarungan diadakan di Inggris.
Bagi Tyson Fury, pertarungan ini merupakan kesempatan untuk menghadapi salah satu rival terbesar yang belum pernah ia temui di atas ring. Di sisi lain, Joshua akan menghadapi tantangan dari petinju yang memiliki ukuran tubuh, jangkauan, pergerakan, dan gaya bertarung yang sangat berbeda dibandingkan dengan lawan-lawan sebelumnya. Dengan kedua petinju telah menjalani laga pemanasan, perhatian kini beralih pada penyelesaian detail pertarungan yang telah lama dinantikan oleh penggemar tinju di seluruh dunia.