Logo
Basket

Max Lefevre Resmi Menjadi Pelatih Utama Paris Basketball

Paris Basketball telah melakukan perubahan dalam tim kepelatihannya dengan mengangkat Max Lefevre sebagai pelatih kepala. Lefevre sebelumnya berkarier di Minnesota Timberwolves dan memiliki pengalaman...

E
Elvira Adhitama
23 July 2026 34 pembaca
Max Lefevre Senang Menjadi Pelatih Paris Basketball
Max Lefevre Senang Menjadi Pelatih Paris Basketball

Paris Basketball telah melakukan perombakan pada jajaran pelatihnya dengan mengangkat Max Lefevre sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Lefevre merupakan bagian dari Minnesota Timberwolves selama tujuh musim, di mana ia menjabat sebagai asisten pengembangan pemain dan koordinator video, sebelum menjadi asisten pelatih Chris Finch sejak tahun 2022. Dalam tim baru ini, Pierric Poupet, mantan pelatih LDLC ASVEL Villeurbanne, akan menjabat sebagai Asisten Pelatih Kepala, didampingi oleh Bienvenu Kindoki dan Giovanni Spessotto.

Visi Bersama di Paris Basketball

Max Lefevre, yang kini berusia 39 tahun, mengungkapkan bahwa bergabung dengan Paris Basketball adalah pilihan yang tepat. Ia merasa terhubung dengan visi klub, baik di dalam maupun di luar lapangan, sejak percakapan pertama. “Hanya ada sedikit kesempatan yang membuat saya akan meninggalkan NBA, dan Paris Basketball berada di urutan teratas daftar itu,” ujarnya.

Proyek Menarik di Eropa

Lefevre juga menyoroti bahwa dalam waktu singkat, klub ini telah menunjukkan diri sebagai salah satu proyek paling menarik, inovatif, dan ambisius dalam dunia bola basket Eropa. Ia merasa terhormat dapat membangun di atas fondasi yang telah ada. “Begitu kesempatan ini muncul, nama Pierric langsung terlintas di benak saya. Dia diakui secara luas sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa,” tambahnya. Lefevre mengapresiasi pemahaman Poupet tentang permainan, baik sebagai pemain maupun pelatih, dan meyakini bahwa kehadirannya akan menjadi tambahan yang ideal untuk tim.

“Dia juga membawa pengetahuan berharga tentang [Liga Prancis] dan EuroLeague. Tetapi yang terpenting, semua orang yang saya ajak bicara mengatakan hal yang sama: dia adalah pria yang luar biasa. Saya langsung berpikir bahwa dia akan menjadi tambahan yang ideal untuk tim kami, dan saya senang kami berhasil membujuknya untuk bergabung dengan kami,” tutup Lefevre.

Artikel Terkait