Maxi Kleber, seorang penyerang yang berasal dari Jerman, kini menjadi fokus perhatian Hapoel Tel Aviv, seperti yang diungkapkan oleh jurnalis Israel, Moshe Barda. Kleber dikenal sebagai pemain yang serba bisa, memiliki kemampuan bertahan yang solid serta tembakan tiga angka yang konsisten. Kehadirannya diharapkan dapat menambah kedalaman skuad Hapoel Tel Aviv, terutama dalam upaya mereka untuk bersaing di kompetisi domestik dan Eropa.
Pemain berusia 34 tahun ini baru saja menyelesaikan musim lalu bersama Los Angeles Lakers setelah menghabiskan delapan musim sebelumnya dengan Dallas Mavericks. Kini, ia berpotensi kembali ke Eropa setelah hampir sepuluh tahun, sejak ia meninggalkan Bayern Munich. Kleber berasal dari Würzburg, kota yang juga merupakan tempat lahir Dirk Nowitzki, dan ia mengembangkan gaya bermain yang mirip dengan pemain besar penembak jitu, meskipun tidak pernah mencapai kesuksesan setinggi rekan senegaranya yang terkenal itu.
Performa di NBA dan Cedera
Kleber merupakan bagian dari pertukaran yang melibatkan Luka Doncic yang membawanya ke Lakers. Namun, ia hanya tampil dalam 43 pertandingan bersama tim tersebut akibat cedera. Secara keseluruhan, Kleber telah bermain dalam 483 pertandingan di NBA dengan persentase tembakan tiga angka rata-rata mencapai 35%. Penampilan terbaiknya terjadi pada musim 2020-21, di mana ia mencatatkan efisiensi tembakan tiga angka sebesar 41% dalam 50 pertandingan.
Ambisi Hapoel Tel Aviv
Jika transfer ini terwujud, Maxi Kleber akan menjadi salah satu rekrutan paling signifikan dalam sejarah Hapoel Tel Aviv, yang menunjukkan keseriusan klub dalam meningkatkan daya saing mereka di panggung internasional. Hapoel Tel Aviv juga telah mengumumkan perekrutan pemain besar lainnya menjelang musim EuroLeague yang akan datang, termasuk pemain veteran asal Republik Ceko, Tomas Satoransky, yang sebelumnya bermain untuk FC Barcelona dan telah menghabiskan enam musim di NBA.