Logo
Berita Olahraga

Mendorong Gaya Hidup Sehat Melalui Turnamen Tenis

Komitmen untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan sportivitas semakin terlihat melalui turnamen tenis Celuk Open 2026 yang diadakan di Gianyar, Bali. Acara ini menjadi wadah bagi berbagai kategori pes...

C
Citra Erwana
18 July 2026 30 pembaca
Ilustrasi perlengkapan tenis. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi perlengkapan tenis. (Foto: Shutterstock)

Jakarta - Upaya untuk membangun gaya hidup sehat, sportivitas, serta kebersamaan dalam komunitas semakin meningkat. Salah satu bentuk nyata dari semangat ini adalah turnamen tenis Celuk Open 2026 yang baru saja berlangsung di Gianyar, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kutus Kutus untuk mengembangkan Ekosistem Wellness Nusantara.

Turnamen ini menghadirkan peserta dari beragam kategori, termasuk Men Advanced, Women Beginner, Women Newbie, Women Intermediate, Men Intermediate, dan Men Beginner.

Membangun Budaya Hidup Sehat

Fazli Hasniel Sugiharto, pemilik Kutus Kutus, menyatakan, "Wellness bukan hanya berbicara tentang kondisi tubuh, tetapi juga tentang kebiasaan hidup yang dijalani bersama. Komunitas olahraga menjadi ruang yang sangat penting untuk membangun budaya tersebut," dalam keterangan persnya.

Sebelum mendukung Celuk Open 2026, Kutus Kutus telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang mengusung nilai serupa. Contohnya, dalam kegiatan komunitas renang anak, mereka memperkenalkan edukasi mengenai penggunaan minyak balur herbal sebagai bagian dari rutinitas setelah berenang.

Pentingnya Pemulihan Setelah Berolahraga

Tren yang sama juga terlihat di komunitas pelari di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Edukasi mengenai pentingnya pemulihan tubuh setelah berolahraga menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kebugaran tidak berhenti setelah aktivitas fisik selesai.

Menurut Fazli, olahraga tidak berakhir saat seseorang mencapai garis finis, tetapi berlanjut pada bagaimana tubuh dipulihkan agar tetap siap untuk aktivitas berikutnya. "Kami melihat komunitas bukan sekadar kumpulan orang dengan hobi yang sama. Di dalamnya ada ruang untuk saling belajar, saling mendukung, dan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan," jelasnya.

Artikel Terkait