Jakarta - Tren wisata kebugaran atau wellness tourism semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan. Menyikapi hal tersebut, Perkumpulan Wisata Kebugaran Indonesia (Perwakin) resmi didirikan. Kongres pendirian Perwakin berlangsung di Park Hyatt Jakarta pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Organisasi ini bertujuan untuk menjadi wadah kolaborasi nasional yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan, kebugaran, olahraga, pariwisata, akademisi, dan sektor bisnis.
Agenda dan Pengukuhan Pengurus
Kongres pertama ini dihadiri oleh berbagai praktisi kebugaran, profesional kesehatan, akademisi, pelaku usaha pariwisata, serta perwakilan dari instansi pemerintah yang terlibat sebagai pengurus pusat Perwakin. Dalam kongres tersebut, beberapa agenda penting disepakati, termasuk penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pengukuhan Yuliandre Darwis sebagai Ketua Umum Perwakin.
Visi dan Misi Perwakin
Fikri Aziz, Ketua Organizing Committee Kongres Pendirian Perwakin, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam aspek sosial, budaya, dan kekayaan alam untuk menjadi salah satu destinasi wellness tourism terkemuka di Asia. "Perwakin hadir bukan hanya sebagai perkumpulan, melainkan sebagai penggerak ekosistem. Fokus utama kami adalah mengangkat kearifan lokal kebugaran Nusantara agar memiliki standar kualitas tinggi, bersertifikasi, dan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara secara berkelanjutan," ungkap Fikri.
Diharapkan, Perwakin dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem wellness tourism di Indonesia. Beberapa aspek penting yang perlu dikembangkan meliputi peningkatan sumber daya manusia, kualitas layanan, standardisasi dan sertifikasi, inovasi produk, serta promosi destinasi. Perwakin juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi bagi para profesional, pelaku usaha, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk menciptakan inovasi dan peluang baru dalam industri kebugaran.
Untuk mendukung inisiatif ini, Perwakin juga menunjuk Berlian Marsheilla, mantan pemain voli nasional, sebagai salah satu inisiator. Sheilla, yang sebelumnya berposisi sebagai libero, diharapkan dapat merepresentasikan kontribusi dunia olahraga dan kebugaran dalam pengembangan ekosistem wellness tourism di Indonesia. Dengan menggabungkan berbagai kompetensi dan latar belakang, Perwakin diharapkan mampu menciptakan kolaborasi strategis yang tidak hanya memperkuat industri kebugaran dan pariwisata nasional, tetapi juga membawa potensi kebugaran serta kearifan lokal Indonesia ke tingkat global.