Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, hadir dalam acara peluncuran resmi rangkaian MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada Kamis (18/6) sore. Acara ini ditandai dengan pemukulan gendang beleq yang merupakan tradisi khas Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor InJourney Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Dalam sesi diskusi, Menpora Erick menekankan komitmen penuh dari pemerintah melalui Kemenpora untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, yang tahun ini akan berlangsung untuk kelima kalinya. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan MotoGP sebelumnya di Sirkuit Internasional Mandalika telah memberikan dampak yang luar biasa bagi Indonesia, terutama dalam sektor ekonomi.
Momentum untuk Branding Indonesia
“Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat nation branding Indonesia. Memperkuat posisi The Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sportainment kelas dunia,” ungkap Menpora. Ia juga menambahkan bahwa MotoGP Indonesia pada 2025 telah menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah event internasional yang profesional dan berkelanjutan, dengan jumlah penonton mencapai 140.324 dan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun.
Di sisi lain, perputaran ekonomi di NTB sebagai tuan rumah dilaporkan mencapai antara Rp2 hingga Rp4 triliun, dengan efek berganda yang melibatkan lebih dari 600 UMKM dan sekitar tiga ribu tenaga kerja lokal. MotoGP juga berfungsi sebagai sarana untuk memperluas ekosistem olahraga otomotif, serta menjadi referensi bagi klub, sekolah balap, dan komunitas motorsport.
Harapan untuk MotoGP 2026
Menpora Erick berharap penyelenggaraan MotoGP 2026 yang akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi Indonesia, terutama dengan adanya pembalap lokal yang berprestasi di tingkat dunia, yang akan berpartisipasi dalam perlombaan di Mandalika. “Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, menciptakan talenta juga sudah terbukti. Nah, tinggal bagaimana kita semua di sini bisa terus meningkatkan, supaya event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa tahun ini merupakan event kelima dan momentum yang tidak boleh dilewatkan. “Apalagi sport tourism dan prestasi olahraga sudah masuk dalam RPJMN Bapak Presiden. Nah, ini kita sudah punya kendaraan besar yang memang dampak ekonominya terus berkembang,” imbuh Menpora Erick.
Menpora juga menegaskan komitmen Kemenpora, terutama melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, untuk terus mendukung penyelenggaraan ajang internasional di Tanah Air seperti MotoGP. “Insyaaallah saya sebagai Menpora akan menjaga dan mendorong event-event ini terus terlaksana dengan baik. Kami dari Kemenpora sekali lagi sangat senang dan mendukung, dan kalau ada isu apapun, kami siap membantu,” tegas Menpora Erick.
Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber lainnya, termasuk Direktur Utama InJourney Maya Watono, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, serta Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati.