Logo
Berita Olahraga

Menpora Erick Siapkan Rencana Jangka Panjang untuk Pemuda Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan pentingnya pengembangan potensi pemuda melalui blueprint kepemudaan yang dirancang untuk 100 tahun ke depan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja...

A
Anggun Ratnasari
14 July 2026 27 pembaca
Menpora Erick melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). (foto:bagus/kemenpora.go.id)
Menpora Erick melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa sejak awal menjabat, fokus utama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) adalah sektor kepemudaan. Komitmen Menpora dalam mengembangkan potensi pemuda Indonesia terlihat dari upaya penyusunan blueprint kepemudaan nasional yang direncanakan hingga satu abad ke depan. Pernyataan ini disampaikan saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (14/7).

Pentingnya Blueprint Kepemudaan

“Untuk kepemudaan, di pembicaraan awal dengan Komisi X sendiri, bagaimana kita harus mempersiapkan blue print kepemudaan. Kalau Bapak Ibu ingat, pertama kali saya sudah angkat isu itu. Dan Alhamdulillah dari beberapa diskusi dengan pakar yang kita bentuk, kita melihat tahun 2028 adalah peringatan 100 tahun sumpah pemuda, artinya 100 tahun ke depan apa benar strategi kepemudaan kita sama dengan 100 tahun yang lalu. Saya yakin sangat berbeda,” ungkap Menpora Erick saat menjelaskan pentingnya peningkatan kualitas pemuda Indonesia.

Dia menambahkan bahwa kebutuhan untuk menciptakan pemuda yang dapat menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang adalah alasan utama perlunya blueprint ini sebagai pedoman dalam penguatan karakter selama satu abad ke depan. Selain itu, blueprint ini juga bertujuan untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai potensi besar bagi Indonesia.

Menyiapkan Pemuda yang Kompetitif

“Di situlah kenapa sangat diperlukan blue print baru, apalagi dari data-data terbaru sekarang 23,8 persen dari populasi kita itu 64 juta pemuda, dan kalau kita lihat indeks kepemudaan terjadi stagnan atau lambat baseline mengenai kepemudaan. Tentu jangan sampai demografi yang seharusnya menjadi bonus bangsa agar menjadi lebih kuat ke depannya justru malah menjadi kontra produktif karena kita tidak menyiapkan kepemudaan yang kompetitif,” tambah Menpora Erick.

Menpora Erick menyadari bahwa pembangunan kepemudaan adalah investasi strategis yang akan menentukan kualitas kepemimpinan, inovasi, produktivitas, dan daya saing Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, Kemenpora berupaya memperkuat paradigma penggunaan anggaran yang berbasis manfaat, sehingga setiap rupiah dari APBN yang digunakan dapat memberikan dampak positif bagi sosial ekonomi dan pembangunan sumber daya kepemudaan.

“Untuk itu di anggaran tahun 2027 angka untuk sektor kepemudaan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mudah-mudahan tidak dikurangi lagi, karena kepemudaan ini menjadi isu yang sepertinya outputnya tidak terlihat tapi akan salah besar jika kita tidak berinvestasi pada sektor kepemudaan kita,” tutup Menpora Erick.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait