Berita Olahraga

Menpora Erick Thohir Selesaikan Deregulasi Permenpora, Mendukung Reformasi Birokrasi Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, telah berhasil menyelesaikan deregulasi peraturan, menggandeng metode Omnibus Law untuk efisiensi birokrasi.

D
Dharma Kusuma
17 April 2026 5 pembaca
Menpora Erick Thohir Selesaikan Deregulasi Permenpora, Mendukung Reformasi Birokrasi Kemenpora
Sumber gambar: kemenpora.go.id

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, telah mencapai tonggak penting dalam reformasi birokrasi. Melalui upaya yang dilakukan, kementerian ini berhasil menyelesaikan proses deregulasi peraturan menteri pemuda dan olahraga (Permenpora) dengan pendekatan yang inovatif, yakni metode Omnibus Law.

Reformasi ini diharapkan dapat mempermudah proses birokrasi dalam pengelolaan pemuda dan olahraga di Indonesia. Erick Thohir menekankan pentingnya langkah ini untuk menciptakan efisiensi dalam pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan pemuda dan olahraga. “Dengan deregulasi ini, kita ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dan stakeholder agar dapat berkontribusi lebih terhadap pengembangan pemuda dan olahraga,” ujar Thohir, menyoroti tujuan utama dari inisiatif tersebut.

Dalam melaksanakan deregulasi ini, Kemenpora melakukan analisis mendalam terhadap regulasi yang ada dan mencari cara untuk mengintegrasikan berbagai kebijakan dalam satu kerangka hukum yang lebih sistematis. Metode Omnibus Law memungkinkan kementerian untuk mengubah beberapa peraturan sekaligus, sehingga dapat mengurangi tumpang tindih regulasi yang sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan program-program di lapangan.

Supratman Andi Agtas, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap usaha Kemenpora dalam menerapkan reformasi birokrasi. Beliau menyatakan, “Reformasi yang dilakukan oleh Kemenpora adalah contoh nyata bagaimana birokrasi bisa dipangkas dan disederhanakan demi kemajuan bangsa. Ini adalah langkah positif yang harus dicontoh oleh kementerian lainnya.”

Upaya deregulasi ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat proses administrasi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Harapan dari Kemenpora adalah agar dengan adanya kemudahan ini, partisipasi masyarakat dalam program-program yang diadakan dapat semakin meningkat, terutama dalam bidang olahraga dan pengembangan pemuda.

Kemenpora berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkala terhadap regulasi yang ada agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Dengan dituntaskannya deregulasi Permenpora, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dalam dunia pemuda dan olahraga yang dapat berdampak positif bagi masyarakat luas.

Dengan demikian, pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Kemenpora untuk memperkuat sistem birokrasi yang lebih transparan dan responsif. Kementerian akan terus berupaya untuk mendukung kemajuan pemuda dan olahraga di Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang efektif dan efisien. Perkembangan selanjutnya terkait implementasi deregulasi ini tentu akan menjadi fokus perhatian publik dan diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam sektor pemuda dan olahraga.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait