Logo
Berita Olahraga

Mitchell Lee Baker Resmi Jadi Warga Negara Indonesia di Hadapan Menpora Erick Thohir

Atlet sepak bola Mitchell Lee Baker telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah mengucapkan sumpah setia di hadapan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Jakarta.

E
Eko Prasetyo
13 July 2026 37 pembaca
Menpora Erick Thohir menghadiri pengambilan sumpah/janji setia pewarganegaraan RI kepada atlet sepak bola Mitchell Lee Baker di Gedung Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Kemenkum, Jakarta Selatan, Senin (13/7) siang.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Menpora Erick Thohir menghadiri pengambilan sumpah/janji setia pewarganegaraan RI kepada atlet sepak bola Mitchell Lee Baker di Gedung Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Kemenkum, Jakarta Selatan, Senin (13/7) siang.(foto:Andre/kemenpora.go.id)

Jakarta: Pada hari Senin, 13 Juli, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghadiri acara pengambilan sumpah pewarganegaraan Republik Indonesia oleh atlet sepak bola Mitchell Lee Baker di Gedung Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan. Dalam momen tersebut, Mitchell melepaskan kewarganegaraan Australia untuk menjadi WNI, berkat garis keturunan Indonesia dari kakeknya, Han Koen Lie, yang lahir di Yogyakarta, dan neneknya, Li Nio The Lie, yang lahir di Semarang.

“Saya berjanji melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing, mengakui, tunduk, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang dibebankan negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan ikhlas,” ungkap Mitchell saat melafalkan sumpah setia.

Resmi Menjadi Bagian dari NKRI

Dalam sambutannya, Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Widodo mengucapkan selamat kepada Mitchell atas pengambilan sumpahnya yang menandai statusnya sebagai WNI. Dirjen Widodo menjelaskan bahwa momen ini bukan hanya sekadar perubahan status kewarganegaraan, tetapi juga mencerminkan harapan besar untuk membangun kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Momentum ini bukan sekadar tentang perubahan status kewarganegaraan saudara, namun juga tentang harapan dan cita-cita besar dalam rangka membangun kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Dirjen Widodo.

Proses Naturalisasi dan Harapan untuk Olahraga Indonesia

Dirjen Widodo juga menjelaskan bahwa proses naturalisasi merupakan mekanisme yang memberikan kesempatan bagi warga negara asing untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Hal ini diatur dalam Pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI, yang memungkinkan pemberian kewarganegaraan bagi orang asing yang telah berjasa untuk kepentingan NKRI.

“Pemberian kewarganegaraan bagi orang asing yang telah berjasa atau karena kepentingan negara tersebut, diterapkan salah satunya untuk merekrut atlet asing yang akan menjadi bagian dari tim nasional sepak bola Indonesia,” tambahnya.

Dirjen Widodo menekankan pentingnya naturalisasi atlet sebagai kebijakan pemerintah dalam bidang olahraga. Ia percaya bahwa atlet yang baru dinaturalisasi akan memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga di Indonesia. “Dengan kehadiran para atlet yang baru dinaturalisasi ini, diyakini tim nasional kita akan lebih kuat dan kompetitif,” tuturnya.

Menpora Erick Thohir juga memberikan ucapan selamat kepada Mitchell setelah acara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa naturalisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional, didukung oleh berbagai pihak termasuk Komisi XIII DPR RI dan kepengurusan cabang olahraga.

“Naturalisasi ini juga bagian komitmen pemerintah dan DPR RI untuk membuka jalan prestasi anak bangsa. Prestasi para atlet yang sudah mengibarkan bendera Merah Putih mencerminkan kedigdayaan olahraga Indonesia,” kata Menpora.

Menpora menambahkan bahwa pemerintah terbuka untuk pengajuan naturalisasi atlet dari berbagai cabang olahraga, bukan hanya sepak bola. Ia menekankan pentingnya memperhatikan pembangunan olahraga dari tingkat akar rumput.

“Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput,” tegas Menpora Erick.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait