Moh Zaki Ubaidillah tidak dapat memastikan gelar tunggal putra untuk Indonesia di turnamen Australia Open 2026 BWF World Tour Super 500 setelah mengalami kekalahan di semifinal melawan Dong Tian Yao, seorang pemain non unggulan dari China. Pertandingan berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Australia pada Sabtu malam (13/6) dan berakhir dengan skor 19-21, 21-9, dan 18-21 setelah melewati pertandingan yang sangat ketat.
“Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap bersyukur walaupun hasilnya belum memuaskan. Tadi saya sudah coba yang terbaik, ya mungkin belum rezeki. Di akhir-akhir gim ketiga saya agak kaget karena dia mulai mempercepat tempo dan variasi depannya banyak variasi. Dia lebih berani dan lebih agresif di poin-poin kritis,” ungkap Ubed.
Harapan di Tangan Alwi Farhan
Kekalahan Zaki membuat harapan untuk meraih gelar tunggal putra kini bergantung pada Alwi Farhan, yang akan bertanding melawan Dong Tian Yao di final pada Minggu (14/6). Alwi Farhan, yang merupakan pebulutangkis peringkat 13 dunia, berhasil mencapai final setelah mengalahkan wakil dari Hong Kong, Jason Gunawan. Dalam pertandingan tersebut, Alwi yang menempati unggulan ketiga menang dengan skor 21-11, 17-21, dan 21-9.
"Terima kasih, ya Allah. Alhamdulillah saya berada di sini karena berkat Tuhan yang maha esa. Saya hanya menjalankan tugas saya, memberikan yang terbaik untuk Indonesia, saya pasrahkan hasilnya kepada Tuhan," kata Alwi.
Perjuangan Ganda Putra Indonesia
Sebelumnya, pasangan ganda putra Indonesia yang merupakan peringkat 7 dunia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, juga berhasil melangkah ke babak final setelah melewati laga yang sangat menegangkan melawan pasangan dari Taiwan, Liu Kuang Heng dan Chen Cheng Kuan. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 21-18, 19-21, dan 23-21, setelah melalui drama rubber game yang mendebarkan.
"Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan yang sangat tidak mudah. Benar-benar tough match tadi, benar-benar capek banget, pikiran capek, badan capek," ujar Sabar.