Moses Itauma, seorang petinju muda dari Inggris, belum meraih gelar juara dunia, namun ia sudah memikirkan persaingan jangka panjang di kelas berat. Menurut Itauma, Agit Kabayel adalah sosok yang berpotensi menjadi rival terbesarnya dalam beberapa tahun ke depan.
Sebelum memikirkan pertarungan melawan Kabayel, Itauma harus terlebih dahulu menghadapi tantangan terbesar dalam karier profesionalnya. Ia dijadwalkan bertanding melawan Filip Hrgovic untuk memperebutkan gelar IBF kelas berat yang kosong pada 29 Agustus di O2 Arena, London. Pertarungan ini menjadi peluang besar bagi Itauma untuk menunjukkan bahwa ia layak bersaing di level tertinggi.
Hingga saat ini, petinju berusia 21 tahun itu belum pernah bertanding lebih dari enam ronde, dan sebagian besar lawannya berada di bawah level Hrgovic. Jika ia berhasil mengalahkan petinju asal Kroasia tersebut, Itauma akan menghadapi penantang wajib Frank Sanchez untuk mempertahankan gelar. Sanchez memperoleh status tersebut setelah serangkaian kemenangan penting dan kini menantikan kesempatan untuk merebut sabuk IBF.
Peluang Menuju Gelar Unifikasi
Jika Itauma berhasil melewati Hrgovic dan Sanchez, ia berpeluang untuk terlibat dalam perebutan gelar unifikasi. Ia bahkan bisa mencetak sejarah sebagai juara dunia kelas berat termuda setelah Mike Tyson. Dalam konteks persaingan ini, Itauma menilai Kabayel sebagai lawan yang paling pantas disebut rival utamanya. Petinju asal Jerman yang berusia 33 tahun ini kini memegang sabuk WBC setelah sebelumnya berstatus juara interim.
Kabayel memperoleh gelar interim dengan mengalahkan Zhilei Zhang pada ronde keenam. Kemenangan tersebut menambah rekor sempurnanya dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu petinju kelas berat yang paling berbahaya. "Agit Kabayel. Dia sudah mengalahkan hampir semua petinju yang ada. Dia menang atas Zhang dan pada dasarnya juga sudah mengalahkan banyak petinju yang sedang naik daun. Jadi, menurut saya, dia mungkin akan menjadi rival terbesar saya," ungkap Itauma.
Pengalaman Kabayel dan Tantangan Selanjutnya
Kabayel juga memiliki pengalaman melawan salah satu calon lawan Itauma. Pada tahun 2024, ia berhasil menghentikan Frank Sanchez pada ronde ketujuh, semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu petinju elite yang bisa menjadi ujian berat bagi Itauma. Selain Kabayel, Daniel Dubois juga berpotensi menjadi bagian dari persaingan ini. Namun, Dubois harus terlebih dahulu mempertahankan gelar WBO dalam rencana duel ulang melawan Fabio Wardley.
Saat ini, fokus Moses Itauma tetap pada Hrgovic. Kemenangan atas petinju Kroasia tersebut akan menjadi langkah awal menuju ambisi besar Itauma untuk menguasai kelas berat dunia.