Moses Itauma harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan rekor tak terkalahkannya di tangan Filip Hrgovic. Petinju asal Inggris yang berusia 21 tahun ini mengalami kekalahan pada ronde kesembilan dalam pertarungan untuk merebut gelar IBF kelas berat yang berlangsung di O2 Arena, London, pada hari Sabtu lalu.
Kekalahan ini cukup mengejutkan karena Itauma menunjukkan performa dominan selama sebagian besar pertarungan. Ia bahkan berhasil menjatuhkan Hrgovic pada ronde kedua dan mengendalikan jalannya pertandingan hingga delapan ronde. Namun, segalanya berubah ketika stamina Itauma mulai menurun. Hrgovic memanfaatkan kesempatan tersebut pada ronde kesembilan dengan melancarkan serangkaian pukulan yang membuat wasit menghentikan pertarungan. Dengan kemenangan ini, Hrgovic berhasil merebut gelar IBF kelas berat yang kosong dan menjadi juara dunia kelas berat pertama dalam sejarah Kroasia.
Permintaan Rematch dari Itauma
Meskipun harus dibawa keluar dari arena dengan tandu dan menjalani perawatan di rumah sakit, Itauma tidak butuh waktu lama untuk merencanakan langkah selanjutnya. Menurut promotor Frank Warren, petinju muda ini langsung meminta kesempatan untuk menghadapi Hrgovic sekali lagi. "Di ronde terakhir dia masih terus membalas dengan pukulan. Dia memiliki keberanian luar biasa. Sekarang yang penting adalah bagaimana dia mempersiapkan diri. Dia bahkan bertanya kepada saya, 'Bisakah kita melakukan rematch?'," ungkap Warren.
Keinginan Itauma untuk bertanding ulang cukup wajar, mengingat ia merasa mampu mengendalikan pertarungan sebelum masalah stamina muncul. Namun, Warren menyarankan agar Itauma tidak terburu-buru untuk kembali ke ring. Promotor asal Inggris tersebut meminta agar Moses Itauma menjauh dari dunia tinju untuk sementara waktu, menghabiskan waktu bersama keluarga, memulihkan kondisi fisik dan mental, sebelum kembali berlatih setelah benar-benar siap. "Dia harus berhenti memikirkan tinju untuk sementara. Pergilah, santai, habiskan waktu bersama keluarga, isi kembali tenaga, lalu kita mulai bekerja lagi," kata Warren.
Tantangan di Depan dan Peluang Rematch
Selain fokus pada pemulihan Itauma, peluang untuk melakukan rematch dalam waktu dekat juga terhambat oleh situasi perebutan gelar IBF. Frank Sanchez sebelumnya telah menyetujui kesepakatan untuk menepi agar pertarungan antara Itauma dan Hrgovic tetap dapat berlangsung. Sebagai imbalannya, Sanchez mendapatkan jaminan untuk menghadapi pemenang pertarungan tersebut. Saat ini, Sanchez berada di posisi penantang wajib IBF, sehingga Hrgovic harus menghadapi petinju asal Kuba itu sebelum dapat mempertahankan gelarnya dalam pertarungan lainnya. Manajer Sanchez, Mike Borao, menegaskan bahwa tidak ada pertarungan lain yang dapat dilakukan, termasuk duel unifikasi, sebelum kewajiban tersebut diselesaikan.
Karena itu, Itauma mungkin harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan kesempatan membalas kekalahannya. Warren sendiri berpendapat bahwa kekalahan ini tidak mengurangi potensi besar yang dimiliki Itauma. "Dia sudah menunjukkan bahwa dirinya pantas berada di level tersebut. Jika kami dan dia bisa mengambil pelajaran dari pertarungan ini, saya yakin dia masih bisa melakukan hal hebat," ujar Warren.
Bagi Moses Itauma, kekalahan dari Hrgovic menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya menuju puncak kelas berat. Setelah kehilangan status tak terkalahkan, tantangan selanjutnya adalah membuktikan bahwa ia mampu bangkit dan kembali bersaing di level elit.