JAKARTA, KOMPAS.com – Dorna Sports telah resmi merombak regulasi MotoGP untuk musim 2027, di mana salah satu keputusan penting adalah penghapusan jatah wildcard bagi seluruh pabrikan seiring dengan dimulainya era mesin 850cc. Kebijakan ini akan menghentikan partisipasi pebalap tes yang biasanya tampil dalam beberapa seri tertentu.
Keputusan ini secara signifikan mempengaruhi pebalap tes yang sebagian besar merupakan mantan pebalap reguler MotoGP yang masih memiliki kemampuan bersaing tinggi. Hingga saat ini, belum ada penjelasan mendalam mengenai alasan di balik keputusan ini. Namun, hal ini berarti pebalap tes tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer kompetisi, kecuali jika mereka diundang sebagai pengganti pebalap reguler yang mengalami cedera.
Perubahan ini diperkirakan akan berdampak pada dinamika bursa pebalap, mengingat peran pebalap tes sering dijadikan sebagai "batu loncatan" bagi mereka yang ingin kembali mendapatkan kursi penuh waktu di MotoGP melalui penampilan yang mengesankan saat wildcard. Pada GP Spanyol yang berlangsung baru-baru ini, jatah wildcard pertama musim ini telah dimanfaatkan oleh Augusto Fernandez (Yamaha) dan Lorenzo Savadori (Aprilia).
Di antara pebalap tes yang ada saat ini, terdapat nama-nama terkenal seperti Dani Pedrosa (KTM), Aleix Espargaro (Honda), Andrea Dovizioso (Yamaha), dan Pol Espargaro (KTM). Secara regulasi, saat ini Ducati tidak dapat menurunkan wildcard karena status konsesi 'A', sementara pabrikan lain masih memiliki jatah hingga enam kali balapan per musim. Momen terakhir yang diingat dari pebalap wildcard adalah saat Pedrosa naik podium pada Sprint Race Jerez 2024 setelah Fabio Quartararo terkena penalti.
Pe balap wildcard juga berperan penting dalam pengembangan teknis motor di lintasan, seperti yang terjadi saat Fernandez menguji mesin baru Yamaha V4 di Misano musim lalu. Memasuki musim 2027, semua pabrikan akan memulai kompetisi dengan peringkat konsesi B, yang akan dievaluasi di pertengahan musim. Komisi Grand Prix juga menegaskan bahwa sisa jatah wildcard dari tahun 2026 tidak diperbolehkan menggunakan motor spesifikasi 2027 (850cc), tanpa memandang status konsesi pabrikan.
Di sisi teknis, sistem pemantauan tekanan ban secara real-time akan tetap diterapkan pada awal era Pirelli musim depan, yang berarti pengukuran tekanan ban saat balapan berlangsung akan tetap menjadi acuan legalitas teknis setiap motor.