Logo
Basket

Nikola Kalinic Mengungkap Alasan Di Balik Pensiunnya dari Basket

Keputusan Nikola Kalinic untuk pensiun dari dunia basket mengejutkan banyak orang, meskipun ia masih terlihat bugar. Dalam sebuah podcast, ia menjelaskan bahwa faktor mental menjadi alasan utama di ba...

D
Dharma Kusuma
04 September 2026 18 pembaca
Nikola Kalinic Ungkapkan Alasan Gantung Sepatu
Nikola Kalinic Ungkapkan Alasan Gantung Sepatu

Keputusan Nikola Kalinic untuk mengakhiri karirnya di dunia basket telah mengejutkan banyak kalangan, terutama karena pemain berusia 34 tahun ini masih menunjukkan kondisi fisik yang baik dan kemampuan untuk bersaing di tingkat tertinggi. Informasi awal menyebutkan bahwa Kalinic memilih untuk pensiun demi mendampingi putrinya dan alasan pribadi lainnya. Namun, dalam sebuah podcast yang disiarkan di Serbia, ia memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai keputusannya tersebut.

Perubahan Hasrat Terhadap Basket

Kalinic mengungkapkan bahwa perasaannya terhadap basket telah berubah selama beberapa tahun terakhir. "Hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun. Sudah lama saya tidak lagi memiliki hasrat yang sama terhadap semua ini. Saya tidak tahu apakah hal itu terlihat di televisi, tetapi rasanya memang sudah tidak sama lagi," ujarnya mengenai hubungannya dengan olahraga yang telah membesarkan namanya.

Meskipun secara fisik ia merasa mampu untuk tetap berkompetisi, faktor mental menjadi pendorong utama di balik keputusan pensiunnya. "Hanya faktor mental. Secara fisik kondisi saya sangat prima, tetapi dari segi permainan basket, saya merasa tidak oke. Saya bisa merasakan kondisi tubuh saya dari cara saya melakukan dunk. Di akhir musim, kondisi fisik saya bagus—saya merasa sangat lincah—namun dalam hal permainan basket, saya justru kehilangan jati diri saya," jelasnya.

Kesadaran Akan Batasan Diri

Kalinic menyadari perubahan ini saat dalam perjalanan menuju rapat tim, di mana ia merasa tidak ingin memaksakan diri lebih jauh. "Saat hendak pergi rapat, saya bahkan sudah tidak punya keinginan lagi untuk melakukannya. Berapa kali kita harus membahas pick-and-roll? Llull bergerak ke kiri, Sloukas ke kanan. Saya sudah tidak sanggup lagi," ungkap mantan pemain Crvena Zvezda tersebut.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya tentang kesehatan fisiknya di masa depan, terinspirasi oleh pengalaman ayahnya yang bermain tenis meja hingga usia 41 tahun. "Saya tidak ingin sampai di titik di mana saya harus menjalani operasi pinggul dan lutut. Saya sudah mencapai semua tujuan dan ambisi hidup saya, melihat dunia, bertemu banyak orang, dan menghasilkan uang. Tidak ada gunanya terus bermain sampai tendon Achilles saya putus," tutupnya.

Artikel Terkait