Logo
Raket

Noraqilah Maisarah: Harapan Baru untuk Ganda Putri Malaysia

Noraqilah Maisarah Ramdan, pemain bulu tangkis berusia 19 tahun, kini menjadi salah satu ganda putri muda yang menjanjikan di Malaysia setelah meraih kesuksesan bersama Low Zi Yu. Pasangan ini berhasi...

A
Arya Satya
18 June 2026 4 pembaca
Noraqilah Maisarah/[Foto:Thestar]
Noraqilah Maisarah/[Foto:Thestar]

Noraqilah Maisarah Ramdan memulai tahun ini dengan harapan baru di sektor ganda putri, yang kini menjadi salah satu sorotan dalam kariernya yang masih muda. Meskipun sebelumnya lebih fokus pada ganda campuran, berpasangan dengan Loh Zi Heng dan Loo Bing Kun, ia juga bermain ganda putri bersama adiknya, Noraina Maisarah. Namun, setelah enam bulan berlalu, Noraqilah menemukan dirinya sebagai bagian dari pasangan ganda putri muda yang paling menjanjikan di Malaysia, setelah tampil gemilang bersama Low Zi Yu, melampaui ekspektasinya sendiri.

Prestasi terbaru mereka diraih di Australian Open 2026, di mana pasangan ini berhasil mencapai perempat final dalam turnamen World Tour Super 500 untuk pertama kalinya. Selain itu, mereka juga naik 14 peringkat ke posisi tertinggi dalam karier mereka, yaitu peringkat 70 dunia, sesuai dengan peringkat terbaru yang dirilis pada hari Selasa. Bagi Noraqilah, perjalanan ini penuh kejutan dan memberikan kepuasan tersendiri.

Awal Kemitraan yang Tak Terduga

Noraqilah mengungkapkan, "Saya sebenarnya tidak memiliki ekspektasi apa pun ketika mulai berpasangan dengan Zi Yu karena sebelumnya saya lebih fokus pada ganda campuran." Ia menambahkan, "Namun setelah berpasangan dengannya, saya menyadari bahwa kami dapat bersaing dengan pemain yang peringkatnya jauh lebih tinggi dari kami. Kami hanya berlatih seperti biasa dan menjalani turnamen satu per satu."

Kemitraan ini muncul akibat keadaan yang tidak terduga. Tim ganda putri junior Malaysia mengalami kemunduran ketika Dania Sofea Zaidi, mantan pasangan Zi Yu dan peraih medali perak Kejuaraan Dunia Junior, mengalami cedera ligamen anterior cruciate yang membuatnya tidak dapat berkompetisi. Cedera ini memaksa pelatih untuk merombak kombinasi pasangan, dan Noraqilah mendapatkan kesempatan untuk berpasangan dengan Zi Yu. Sejak saat itu, performa mereka terus meningkat.

Kesuksesan yang Berkelanjutan

Pada turnamen pertama mereka di Kejuaraan Dunia Junior 2025, pasangan ini langsung menunjukkan kekompakan dan berhasil melaju ke final, meraih medali perak. Hasil ini bukanlah kebetulan, karena kemitraan mereka terus mendapatkan momentum. Mereka memulai tahun dengan menjuarai Estonian International, mencapai final di Baoji China Masters, serta mengalahkan pasangan peringkat 10 dunia asal Jepang, Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi, di Final Uber Cup. Terbaru, mereka juga berhasil membalas kekalahan dari pasangan peringkat 8 dunia asal Taiwan, Hsieh Pei Shan dan Hung En Tzu, di Australian Open.

Kesuksesan yang diraih telah mengubah pandangan Noraqilah terhadap potensi dirinya. Namun, ia memilih untuk tetap tenang dan tidak terbawa suasana. "Untuk saat ini, saya dan Zi Yu menargetkan masuk 50 besar terlebih dahulu. Setelah itu mungkin kita bisa mengincar 32 besar. Kami ingin maju peringkat demi peringkat," ujarnya.

Kemungkinan besar, keduanya tidak akan berkompetisi bersama selama tujuh minggu ke depan, karena Zi Yu akan berpasangan dengan Noraina di Kejuaraan Junior Asia di Yatsushiro, Jepang, dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli. Sementara itu, Noraqilah berencana memanfaatkan waktu ini untuk memperbaiki area yang masih menjadi kelemahannya saat menghadapi pasangan terbaik dunia. "Yang saya pelajari dari turnamen-turnamen ini adalah masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan. Hal terpenting adalah konsistensi," jelasnya. "Saat bermain melawan pemain top, mereka tidak mudah dikalahkan. Anda perlu tetap sabar dan konsisten sepanjang pertandingan."

Artikel Terkait