Jakarta - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memandang Asian Para Games 2026 dengan sikap realistis, mengingat bahwa cabang olahraga yang menjadi andalan mereka, yaitu catur, tidak akan dipertandingkan dalam event olahraga difabel terbesar di Asia ini. Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Ukun Rukaendi, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan perhitungan terkait jumlah medali yang mungkin diraih oleh tim Indonesia di ajang tersebut.
"Target kami tentunya minimal bisa meraih prestasi yang sebelumnya, tapi tak dipungkiri bahwa salah satu cabor andalan kita catur itu nanti tidak dipertandingkan," jelas Ukun saat ditemui di Jakarta Selatan pada Jumat (24/7/2026).
Prestasi Sebelumnya dan Harapan ke Depan
Pada Asian Para Games 2022, Indonesia berhasil meraih peringkat kelima dengan total 29 medali emas, di mana sebagian besar diperoleh dari cabang catur dengan 10 medali emas. Dengan tidak adanya catur di Asian Para Games Aichi-Nagoya yang akan berlangsung dari 18 hingga 24 Oktober 2026, Indonesia dipastikan kehilangan banyak peluang untuk meraih medali emas.
"Tapi kami tetap optimis, karena masih banyak cabor-cabor dan pemain-pemain muda potensial untuk sukses di sana. Ya kami masih mengkalkulasikan," tambahnya.
Pusat Pelatihan Paralimpik Indonesia
Keyakinan NPC Indonesia juga diperkuat dengan adanya Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) yang telah dibangun di Karanganyar, Jawa Tengah. "Tentunya kami merasa lebih percaya diri karena sudah memiliki tempat latihan sendiri dan memang sudah bertarap internasional. Selain itu, beberapa cabor saat ini masih mengikuti event-event internasional untuk masuk poin ikut ke Asian Para Games itu," ungkap Ukun.
Dengan persiapan yang matang dan fasilitas yang memadai, NPC Indonesia berharap dapat mencapai hasil yang memuaskan meskipun harus menghadapi tantangan tanpa kehadiran cabang catur.