Pada performa terbaiknya, pasangan ganda putri Pearly Tan dan M Thinaah dianggap sebagai kandidat kuat untuk meraih medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang akan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober. Namun, pelatih mereka, Rosman Razak, menyadari bahwa kondisi saat ini masih jauh dari harapan untuk meraih podium di Jepang, terutama setelah Pearly pulih dari cedera punggung yang mengganggu sejak April.
Pearly, yang kini menduduki peringkat 5 dunia, belum berhasil mencapai semifinal dalam kompetisi besar manapun, dengan pencapaian terbaiknya adalah menjadi runner-up di Taiwan Open bulan lalu. Kekalahan di babak 16 besar Kejuaraan Dunia di New Delhi dan di China Masters menjadi pengingat bahwa mereka masih perlu meningkatkan performa untuk mengulangi keberhasilan meraih medali perak di Kejuaraan Dunia Paris 2025.
Perbaikan Diperlukan untuk Kembali ke Jalur
Rosman menyatakan, "Semua orang tahu kemampuan Pearly-Thinaah. Dalam performa terbaik mereka, saya rasa mereka pasti layak mendapatkan medali, dan kita tidak bisa menyangkalnya. Namun untuk menjadi yang terbaik, ada banyak hal yang perlu mereka kerjakan, baik secara emosional, pemulihan, atau aspek lainnya. Jadi, saya tidak akan mengatakan itu tidak mungkin, tetapi tentu saja, itu sulit."
Ia juga menambahkan, "Seperti yang kita ketahui, Pearly baru saja pulih dari cedera. Ketika Anda kembali dari cedera, tentu saja, mentalitas dan keinginan untuk tampil di level tertinggi masih ada. Namun, terkadang keinginan untuk menang menjadi lebih besar daripada kemampuannya. Jadi, ketika itu terjadi, terutama selama pertandingan dan pada momen-momen krusial, dia sangat ingin menang dan ingin mewujudkan sesuatu. Saat itulah kita melihat dia melakukan kesalahan. Tapi saya mengerti bahwa dia tidak bermaksud melakukan kesalahan-kesalahan itu."
Membangun Kembali Kepercayaan Diri
Menurut Rosman, performa mereka menurun dalam beberapa bulan terakhir, yang berdampak pada kepercayaan diri mereka. Meskipun telah berusaha menemukan kembali ritme permainan, keyakinan diri mereka belum mencapai tingkat yang diinginkan. "Kami akan terus bekerja dalam pelatihan dan terus berusaha membantu mereka mendapatkan kembali kepercayaan diri dan menemukan performa terbaik mereka," ujarnya. Ia juga optimis melihat motivasi dan kemitraan mereka, yang menunjukkan bahwa mereka berada di jalur yang benar dan tidak menyerah, yang merupakan pertanda positif.
Rosman juga mencermati ketidakpastian di nomor ganda putri, di mana pasangan ganda putri peringkat 1 dunia asal Tiongkok, Liu Sheng Shu dan Tan Ning, dikalahkan oleh pasangan ganda putri peringkat 2 dunia asal Korea Selatan, Baek Ha Na dan Lee So Hee, dalam perebutan gelar juara dunia di New Delhi. Hasil tersebut menjadi perhatian bagi Pearly-Thinaah dalam upaya mereka meraih medali Asian Games pertama serta medali pertama Malaysia di ajang tersebut sejak perunggu yang diraih Vivian Hoo dan Woon Khe Wei di Incheon 2014.
Rosman menambahkan, "Jika kita melihat bulu tangkis saat ini, sangat sulit diprediksi, jadi sulit untuk mengatakan siapa favoritnya dan siapa bukan. Jika kita melihat Kejuaraan Dunia dan turnamen besar lainnya, kita dapat melihat bahwa juaranya terus berubah. Jadi, dari pihak kami, itulah yang kami harapkan. Tidak ada alasan untuk meragukan peluang kami jika kami tampil di level terbaik kami dan mampu menghasilkan sesuatu yang istimewa. Namun prosesnya harus berjalan lancar hingga akhir, dan kita tidak boleh mengalami cedera atau masalah kecil lainnya yang dapat mengganggu persiapan kita."
Terakhir, Rosman tidak merasa terpengaruh oleh hasil undian yang akan diumumkan pada 24 September, meskipun peringkat kelima mereka berarti kemungkinan bertemu dengan salah satu dari empat pasangan teratas di perempat final. "Jujur saja, saya tidak terlalu khawatir tentang hasil imbang. Fokus saya adalah pada performa mereka, terutama mengingat fase yang sedang mereka lalui sekarang. Itulah yang saya fokuskan, bukan pada undian atau lawan. Ketika Pearly-Thinaah dalam performa terbaiknya, mereka bisa mengalahkan siapa pun. Saya rasa lawan-lawan mereka juga akan khawatir menghadapi mereka," tutup Rosman.