Jakarta - Padel telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan di Indonesia. Selain sebagai sarana olahraga, padel juga dimanfaatkan sebagai ajang reuni. Hal ini terlihat dari kegiatan alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Trisakti angkatan 1999 yang berlangsung pada Minggu (6/9/2026) di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Mereka menggelar gathering yang dikemas dalam bentuk turnamen padel bertajuk "Ngedadak Padel". Para alumni diperbolehkan membawa pasangan untuk berpartisipasi dalam pertandingan nomor campuran.
Turnamen yang Meriah
Turnamen ini diikuti oleh 16 pasangan tetap dan pasangan campuran yang terbagi menjadi empat grup. Peserta menunjukkan antusiasme dan semangat kompetitif yang tinggi. Mega Ruhapy, salah satu panitia acara, menyatakan, "Intinya ini untuk menjaga silaturahmi. Kami angkatan 99 FH Trisakti memang sering membuat kegiatan kumpul-kumpul, dan salah satunya ini adalah padel. Apalagi padel juga sedang digemari, baik laki-laki maupun perempuan."
Meskipun kegiatan ini lebih bersifat silaturahmi, panitia tampak serius dalam menyelenggarakannya. Mereka telah menyiapkan podium untuk juara pertama, runner-up, dan juara ketiga, serta memberikan penghargaan, medali, dan hadiah kepada pemenang. Arie Pujianto, salah satu alumni yang aktif dalam kegiatan olahraga di kalangan FH Universitas Trisakti, menyebutkan bahwa angkatannya cukup aktif dalam menggelar acara serupa.
Rencana Ke Depan
Arie menambahkan bahwa kegiatan olahraga seperti padel merupakan pilihan yang tepat untuk bersilaturahmi, karena baik alumni laki-laki maupun perempuan dapat berpartisipasi. "Kami dari zaman kuliah, udah lebih dari 25 tahun lalu, memang akur ya. Alhamdulillah masih berhubungan baik. Akhirnya sekarang kami coba main padel, karena para istri juga bisa main," ungkapnya. Ia berharap dengan adanya turnamen perdana ini, dapat meningkatkan semangat alumni FH Trisakti lainnya untuk melakukan gathering.
Ke depan, alumni angkatan 99 FH Trisakti berencana untuk mengadakan turnamen padel di Asha Beach Club & Resort di Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Selain padel, Arie dan rekan-rekannya juga tergabung dalam klub sepak bola Inkracht Sakti FC, yang akan mengikuti kejuaraan dunia antar advokat, Mundiavocat 2027, di Bali pada 21-25 April 2027.
"Mundiavocat ini juga jadi salah satu fokus kita. Kami dari Inkracht Sakti FC memang basicnya adalah para lawyer lulusan Trisakti. Namun, mungkin kami juga membuka peluang untuk mengajak pemain dari Peradi FC," jelas Arie. Ia menjabat sebagai kapten tim Inkracht Sakti FC dan menambahkan bahwa skuad harus terbentuk pada bulan November 2026 untuk mempersiapkan diri menghadapi Mundiavocat tahun depan.
Inkracht Sakti FC telah menunjuk Mario Silitonga, seorang pelatih profesional yang berpengalaman di olahraga futsal, untuk melatih tim. Mario sebelumnya telah membawa tim advokat Indonesia berkompetisi di kejuaraan dunia sepak bola antar advokat. "Untuk Mundiavocat, biasanya negara unggulan dari Asia itu adalah Thailand, Iran, dan Jepang. Dulu saya pernah membawa tim sepak bola advokat Indonesia sampai ke peringkat ketiga," kata Mario.
Agenda terdekat, Inkracht Sakti FC akan mengadakan pertandingan pemanasan melawan mantan pemain profesional Malaysia, Sabah FC, di Jakarta pada 20 September.