Logo
Berita Olahraga

PATRIN Berikan Penjelasan Terkait Penggalangan Dana Atlet Tuna Rungu

Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan klarifikasi mengenai kabar penggalangan dana mandiri oleh atlet tuna rungu untuk mengikuti kejuaraan internasional. PATRIN menegaskan bahwa me...

D
Dyah Entenopo
31 August 2026 22 pembaca
Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) klarifikasi viral donasi atlet untuk tampil di kejuaraan internasional. (Foto: dok.PATRIN)
Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) klarifikasi viral donasi atlet untuk tampil di kejuaraan internasional. (Foto: dok.PATRIN)

Jakarta - Baru-baru ini, kabar mengenai atlet tuna rungu Indonesia yang menggalang dana secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan internasional menjadi viral. Menanggapi hal ini, Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) memberikan klarifikasi yang disampaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat PATRIN, termasuk Ketua Umum Dimyati Hakim dan Wakil Sekretaris Jenderal Agung Baghaskoro.

Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (28/8/2026), Agung menegaskan bahwa PATRIN dikenal secara internasional dengan nama IADA (Indonesian Association of the Deaf Athlete), yang merupakan satu-satunya organisasi resmi di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) untuk mengelola olahraga tuna rungu di tingkat global.

PATRIN Sebagai Organisasi Resmi

Agung menekankan, "Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional," dalam pernyataannya kepada detikSport.

Lebih lanjut, PATRIN mengungkapkan bahwa pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke berbagai kegiatan olahraga internasional dilakukan melalui mekanisme resmi dan koordinasi dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Agung memastikan bahwa hubungan PATRIN/IADA dengan NPC Indonesia selama ini berjalan dengan baik dan harmonis.

Klarifikasi Terkait Penggalangan Dana

Agung menjelaskan, "Berkaitan dengan isu pengiriman atlet tunarungu yang harus menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui ICSD, baik saya bersama Ketua PATRIN Pusat Bapak Dimyati Hakim, tidak mengetahui sama sekali." PATRIN menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima koordinasi resmi atau memberikan persetujuan terkait penggalangan dana untuk pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke kejuaraan internasional.

Menanggapi informasi yang beredar, PATRIN menyayangkan adanya pengiriman atlet yang mengatasnamakan Indonesia tanpa melalui koordinasi resmi dengan PATRIN/IADA, NPC Indonesia, dan Kemenpora. Agung menyatakan, "Kami akan segera mencoba berkomunikasi dan menelusuri mengapa atlet-atlet tersebut bisa dikirim tanpa koordinasi secara resmi kepada kami selaku PATRIN/IADA, kepada NPC, dan kepada Kemenpora. Ini harus diluruskan agar tidak merugikan atlet dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional."

PATRIN berkomitmen untuk melakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan semua pihak terkait guna mendapatkan kejelasan mengenai masalah ini. Langkah ini diambil agar setiap proses pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia dalam ajang internasional dapat berlangsung secara transparan, terkoordinasi, dan profesional, dengan tetap memprioritaskan kepentingan serta masa depan atlet.

Di sisi lain, PATRIN menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenpora RI atas dukungan yang telah diberikan selama ini kepada PATRIN dan pembinaan atlet tunarungu Indonesia. Agung menambahkan, "Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenpora yang selama ini konsisten memberikan dukungan dan support penuh kepada PATRIN dan para atlet tunarungu."

PATRIN berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan atlet tunarungu Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan berprestasi melalui proses pembinaan serta pengiriman kontingen yang resmi, terkoordinasi, transparan, dan profesional.

Artikel Terkait