Logo
Berita Olahraga

PBMI Gelar Sertifikasi Wasit, Juri, dan Pelatih Menjelang IMC 2026

Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) mengadakan sertifikasi untuk wasit, juri, dan pelatih sebagai persiapan menjelang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meni...

S
Surya Kirana
14 July 2026 31 pembaca
Ilustrasi pertandingan Muaythai. (Foto: Paula Bronstein/Getty Images)
Ilustrasi pertandingan Muaythai. (Foto: Paula Bronstein/Getty Images)

Jakarta - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) menegaskan bahwa keberhasilan dalam olahraga tidak hanya bergantung pada kualitas atlet, tetapi juga pada sumber daya manusia yang terlibat dalam pembinaan dan penyelenggaraan pertandingan. Oleh karena itu, menjelang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026, PBMI mengadakan Penataran dan Sertifikasi untuk wasit, juri, serta pelatih pada 2-4 Agustus 2026 di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi. Kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum IMC 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Agustus 2026 di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sertifikasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua perangkat pertandingan beroperasi sesuai dengan standar nasional. Hal ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kompetisi yang profesional, adil, dan berkualitas.

Pentingnya Ekosistem yang Sehat dalam Olahraga

Wakil Ketua Umum PB Muaythai Indonesia Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, menyatakan, "Selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju kepada atlet, padahal kualitas prestasi lahir dari sebuah ekosistem. Di dalamnya ada pelatih yang memahami perkembangan teknik dan metodologi latihan, ada wasit dan juri yang memiliki integritas serta pemahaman aturan yang sama. Kalau salah satu mata rantai itu lemah, maka kualitas pembinaan dan kompetisi juga akan ikut terpengaruh."

Lebih lanjut, Evi menjelaskan bahwa Muaythai adalah cabang olahraga yang memiliki dinamika regulasi dan standar pertandingan yang terus diperbarui. Oleh sebab itu, penting bagi semua wasit, juri, dan pelatih untuk memiliki pemahaman yang seragam tentang aturan, sistem penilaian, keselamatan atlet, serta etika profesi. "Sertifikasi menjadi instrumen penting untuk memastikan standar tersebut benar-benar diterapkan di seluruh Indonesia," tambahnya.

Dampak Sertifikasi terhadap Pembinaan Atlet

Evi juga menekankan bahwa standarisasi sumber daya manusia akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembinaan atlet. Pelatih yang kompeten dapat menyusun program latihan yang lebih terukur, sedangkan wasit dan juri yang profesional akan menciptakan pertandingan yang objektif, sehingga atlet mendapatkan pengalaman bertanding yang berkualitas. "Prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi dibangun melalui sistem yang baik. Ketika pelatih mampu meningkatkan kemampuan atlet secara ilmiah, kemudian atlet bertanding dengan dipimpin perangkat yang profesional dan objektif, maka proses identifikasi bakat hingga pembinaan atlet nasional akan berjalan lebih efektif," jelasnya.

PBMI saat ini juga terus mempersiapkan pelaksanaan penataran dan IMC 2026, termasuk koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, finalisasi perangkat pertandingan, penyusunan jadwal, serta pendataan kelas atlet dari seluruh Pengurus Provinsi Muaythai se-Indonesia.

Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menambahkan, "Kami ingin pembinaan Muaythai dilakukan secara menyeluruh. Atlet yang hebat harus didukung oleh pelatih yang kompeten, wasit dan juri yang profesional, serta sistem pertandingan yang berkualitas. Melalui penataran dan sertifikasi ini, kami ingin memastikan seluruh perangkat memiliki standar yang sama sehingga pembinaan atlet nasional semakin kuat dan mampu menghasilkan prestasi di level internasional."

PBMI optimis bahwa rangkaian Penataran dan Sertifikasi Wasit, Juri, serta Pelatih ini akan menjadi fondasi penting bagi suksesnya IMC 2026, yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 500 atlet dari seluruh Indonesia, serta memperkuat ekosistem pembinaan Muaythai nasional menuju prestasi di kancah internasional.

Artikel Terkait