Logo
Raket

PBSI Mengungkap Alasan Penarikan Jafar-Felisha dan Adnan-Indah dari Kejuaraan Dunia

Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta dan Adnan Maulana/Indah Cahya, resmi ditarik dari BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Delhi, India.

D
Dyah Entenopo
05 August 2026 7 pembaca
Jafar Hidayatullah-Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu/[Foto:PBSI]
Jafar Hidayatullah-Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu/[Foto:PBSI]

Kabar mengejutkan datang dari tim ganda campuran Pelatnas Cipayung, di mana dua pasangan andalan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang berada di peringkat 13 dunia dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang menempati peringkat 24 dunia, ditarik mundur dari keikutsertaan mereka dalam BWF Kejuaraan Dunia 2026. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada pekan depan di New Delhi, India.

Pernyataan resmi mengenai penarikan ini disampaikan oleh PBSI pada Senin malam, 3 Agustus. Dalam pengumuman tersebut, PBSI menyatakan, "PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026."

Pentingnya Kepatuhan Terhadap Regulasi

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah organisasi untuk memastikan seluruh proses administrasi dan partisipasi atlet dalam kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Ricky juga menegaskan bahwa PBSI menghormati dan mendukung proses penyelidikan yang sedang dilakukan terhadap para pemain Indonesia untuk menjaga integritas olahraga bulu tangkis. "Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF," tambahnya.

Isu Sensitif yang Perlu Diperhatikan

Berbagai informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana terlibat dalam pengaturan skor pada turnamen bergengsi China Masters BWF World Tour Super 750 yang berlangsung pada bulan September tahun lalu. Mengingat isu perjudian dan pengaturan skor sangat sensitif, Ricky meminta para penggemar bulu tangkis di Indonesia untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi sebelum ada pernyataan resmi dari PBSI maupun BWF.

Ricky menutup pernyataannya dengan menegaskan, "PP PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulu tangkis."

Artikel Terkait