Jakarta, CNN Indonesia -- Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum PBSI, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pergantian pelatih setelah tim bulutangkis Indonesia mengalami kegagalan di Thomas Cup 2026. "Sangat mungkin, kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja. Promosi degradasi bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," tegas Taufik dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat (8/5).
Lebih lanjut, Taufik menambahkan, "Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru." Ia menekankan bahwa peran pelatih sangat vital, terutama dalam konteks perkembangan bulutangkis yang semakin modern.
Pentingnya Peran Pelatih dalam Bulutangkis Modern
Taufik menjelaskan bahwa perbandingan antara pelatih masa kini dan masa lalu tidak bisa dilakukan secara langsung. "Kami tidak bisa bandingkan dengan atlet zaman dulu. Kalau dulu, pelatih ngomong apa atlet ikut saja. Sekarang tidak bisa begitu. Pelatih juga harus sensitif sekarang," ungkapnya.
Tim putra Indonesia mengalami momen kelam dengan tersingkirnya mereka dari fase grup Thomas Cup 2026. Dalam laga penentuan Grup D, Indonesia kalah 1-4 dari Prancis di Forum Horsens, Denmark, pada 29 April. Ini menjadi kali pertama Indonesia gagal melanjutkan ke fase knockout sejak berpartisipasi pertama kali pada tahun 1958, yang sekaligus mengakhiri tradisi panjang mereka.
Permohonan Maaf dan Harapan untuk Masa Depan
Atas hasil yang tidak memuaskan tersebut, Taufik Hidayat menyampaikan permohonan maaf. "Mungkin ini yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk tanggapan Thomas Cup dan Uber Cup. Tentu pengurus ada kecewa tapi kita harus lihat dari sisi atlet," kata Taufik.
Ia juga menekankan pentingnya realisme dalam menghadapi ekspektasi yang tinggi terhadap bulutangkis Indonesia. "Kita tahu ekspektasi terhadap bulutangkis begitu besar dan kita punya sejarah yang bagus 10-20-30 tahun lalu di Thomas Cup dan Uber Cup," tambahnya.
Taufik merespons kekecewaan masyarakat terkait hasil yang diraih oleh tim bulutangkis Indonesia di Thomas Cup dan Uber Cup 2026. "Kita lihat bahasa di media sosial banyak orang kecewa. Kami tidak menutupi. Secara umum perjuangan atlet sudah maksimal. Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia," ujarnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa pencapaian tim tidak sesuai dengan harapan. "Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup. Memang olahraga seperti itu, kalau menang disanjung dan kalau kalah pasti ada banyak orang kecewa," tutup Taufik.
Sementara itu, dalam kompetisi Uber Cup 2026, Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan di semifinal yang berlangsung pada Sabtu (2/5) lalu. Satu-satunya poin kemenangan dalam laga tersebut disumbangkan oleh Thalita Ramadhani Wiryawan, dan hasil ini sesuai dengan target yang ditetapkan PBSI untuk Tim Uber.