Moto GP

Pebalap MotoGP Desak Peraturan Lebih Ketat Terkait Pencopotan Tear-Off Helm

Masalah terkait tear-off pada helm pebalap MotoGP mendorong perlunya regulasi yang lebih ketat dalam pencopotannya. Beberapa insiden di lintasan telah menunjukkan dampak negatif dari praktik ini.

A
Arya Satya
02 May 2026 11 pembaca
Pebalap MotoGP Desak Peraturan Lebih Ketat Terkait Pencopotan Tear-Off Helm
Sumber gambar: otomotif.kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Tear-off pada helm pebalap MotoGP telah menimbulkan sejumlah masalah di lintasan balap. Sehubungan dengan hal ini, MotoGP berencana untuk memperketat regulasi mengenai pencopotan lapisan visor helm, yang dikenal sebagai tear-off. Tear-off berfungsi sebagai pelindung visor helm dari kotoran, sehingga pebalap dapat dengan mudah melepasnya untuk menjaga visibilitas saat balapan.

Masalah pertama kali terjadi pada Jack Miller di MotoGP Emilia Romagna 2020, di mana tear-off milik Fabio Quartararo terhisap ke dalam filter udara motornya, memaksanya untuk mengundurkan diri dari balapan. Kasus serupa juga dialami Marc Marquez di MotoGP Australia 2024, ketika tear-off yang dia lepas sebelum start terjebak di ban belakang motornya, mengganggu awal balapannya. Insiden terbaru melibatkan Marco Bezzecchi pada MotoGP Spanyol 2026, di mana tear-off milik Alex Marquez tersangkut di winglet motornya, menyebabkan start yang tidak sempurna.

Marc Marquez menekankan pentingnya perbaikan dalam regulasi ini, dengan menyatakan, “Ini adalah sesuatu yang harus kita perbaiki karena pada awal tahun ini kita sudah membicarakannya. Tujuannya semula hanya untuk menghindari terlepasnya tear-off di grid, tapi seperti yang kalian lihat, itu tidak cukup.” Dia mengusulkan agar pebalap melepas tear-off di titik tertentu, seperti lintasan lurus, untuk mengurangi risiko insiden di tikungan terakhir.

Dengan adanya insiden-insiden tersebut, MotoGP berkomitmen untuk mengevaluasi dan memperketat aturan mengenai penggunaan tear-off di masa mendatang, demi keselamatan pebalap dan kelancaran balapan.

Artikel Terkait