Logo
Moto GP

Pedro Acosta Memulai Strategi Psikologis Menjelang Duet dengan Marc Marquez di Ducati

Pedro Acosta dan Marc Marquez diperkirakan akan menjadi rekan setim di Ducati mulai MotoGP 2027, namun dugaan adanya perang psikologis di antara keduanya mulai terungkap.

S
Surya Kirana
20 June 2026 7 pembaca
Pedro Acosta dan Valentino Rossi
Pedro Acosta dan Valentino Rossi

Dalam dunia MotoGP, Pedro Acosta dan Marc Marquez diprediksi akan bergabung sebagai rekan setim di Ducati pada musim 2027. Meskipun keduanya belum resmi berkolaborasi, isu mengenai adanya perang psikologis di antara mereka mulai mencuat. Nama Acosta sering kali dikaitkan dengan kursi tim utama Ducati yang saat ini diisi oleh Francesco Bagnaia. Meskipun belum ada pengumuman resmi, rumor tentang kepindahan pembalap KTM ini telah menjadi topik hangat di paddock MotoGP.

Jika transfer ini terwujud, Ducati akan memiliki dua pembalap asal Spanyol dalam satu tim, sebuah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah MotoGP. Acosta akan menghadapi tantangan besar karena harus berbagi garasi dengan Marquez, yang dikenal sebagai salah satu pembalap paling sukses di kelas utama.

Permainan Psikologis Menjelang Rivalitas

Neil Hodgson, mantan pembalap MotoGP dan analis di TNT Sports, berpendapat bahwa Pedro Acosta mulai menerapkan strategi psikologis terhadap Marc Marquez menjelang kemungkinan keduanya bersatu di Ducati. Hodgson mencatat adanya perubahan dalam pernyataan Acosta mengenai sosok idolanya. Sebelumnya, Acosta mengungkapkan kekagumannya terhadap Marquez, namun kini ia juga menyebut Valentino Rossi sebagai salah satu tokoh yang ia kagumi.

Hodgson menganggap perubahan ini bisa jadi bagian dari taktik mental menjelang persaingan yang lebih serius dengan Marquez. “Kemenangan Marquez di Hungaria lebih dari sekadar soal poin. Kehadirannya di lintasan memberikan tekanan tersendiri kepada para rivalnya,” ungkap Hodgson. “Pedro Acosta adalah contoh yang menarik. Kini dia mengaku lebih dekat dengan Valentino Rossi ketika rivalitasnya dengan Marquez mulai berkembang. Saya rasa persaingan mereka akan semakin menarik sebelum akhirnya menjadi rekan setim,” tambahnya.

Performa Marquez yang Menggugah

Marc Marquez baru saja menunjukkan performa yang mengesankan di MotoGP Hungaria 2026, di mana ia berhasil meraih kemenangan dalam Sprint Race dan balapan utama di Balaton Park, meskipun masih dalam proses pemulihan dari cedera. Penampilan dominan tersebut diyakini mampu mengingatkan para pesaing akan kualitas Marquez saat berada dalam kondisi kompetitif. Hodgson menilai hal ini bisa memberikan dampak psikologis bagi rival-rivalnya.

Walaupun demikian, hubungan antara Acosta dan Marquez selama ini terlihat cukup baik. Pada tahun 2021, Acosta pernah menyebut Kevin Schwantz dan Marc Marquez sebagai idolanya. Bahkan, di awal tahun 2026, juara dunia Moto2 2023 ini menyatakan bahwa ia akan sangat senang jika mendapatkan kesempatan untuk menjadi rekan setim Marquez di Ducati. Dengan demikian, apakah pernyataan terbaru Acosta merupakan strategi psikologis atau hanya ungkapan kekaguman terhadap Rossi masih menjadi perdebatan. Yang pasti, jika keduanya benar-benar berada dalam satu garasi Ducati pada tahun 2027, MotoGP berpotensi menyajikan salah satu duet paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel Terkait