Pedro Acosta menilai Jorge Martin masih menjadi salah satu kandidat utama untuk memenangkan gelar juara MotoGP 2026, meskipun pembalap dari tim Aprilia tersebut saat ini belum berada di posisi teratas klasemen sementara. Musim ini menjadi tantangan tersendiri bagi Acosta, yang setelah sempat memimpin klasemen di awal musim, kini menghadapi kesulitan karena performa tim KTM yang belum mampu bersaing dengan Aprilia dan Ducati, sehingga peluangnya untuk meraih gelar semakin berat.
Sementara itu, tim Aprilia menunjukkan performa yang sangat kompetitif sepanjang musim ini. Marco Bezzecchi, dengan konsistensinya, berhasil memimpin klasemen pembalap. Namun, Acosta meyakini bahwa posisi Bezzecchi tidak akan bertahan lama. Dalam sebuah podcast yang berjudul Gypsy Tales, Acosta secara tegas menyebut Jorge Martin sebagai favoritnya untuk menjadi juara dunia musim ini.
Keyakinan Terhadap Martin
"Saya akan memilih Martin untuk saat ini. Dia sempat menjalani awal musim yang tidak ideal dan melewatkan banyak waktu karena kondisi fisiknya, tetapi dia sudah mampu meraih kemenangan beruntun di Le Mans," ungkap Acosta. Menurut pembalap berusia 21 tahun ini, Martin sebenarnya belum sepenuhnya pulih dari cedera yang mengganggu performanya. Meskipun demikian, hasil yang telah diraih Martin sejauh ini menunjukkan kualitasnya yang tinggi.
"Di beberapa balapan dia terlihat kesulitan, tetapi tetap mampu bersaing untuk kemenangan. Saya rasa dia belum 100 persen pulih, jadi performa terbaiknya mungkin belum terlihat sepenuhnya," tambah Acosta. Ia juga menyoroti bahwa motor Aprilia saat ini menjadi salah satu faktor yang membuat Martin sangat berbahaya dalam perburuan gelar juara. Acosta percaya bahwa kombinasi antara kemampuan pembalap dan performa motor akan membuat Martin semakin sulit untuk dihentikan pada paruh kedua musim ini.
Kemenangan di Grand Prix Prancis
Acosta menekankan kemenangan Martin di Grand Prix Prancis sebagai bukti kekuatan pembalap asal Spanyol tersebut. Dalam balapan tersebut, Martin memulai dari posisi ketujuh dan berhasil mengejar ketertinggalan hingga merebut kemenangan. "Dia mampu memangkas selisih waktu yang cukup besar dan menang dari posisi start ketujuh. Hal seperti itu tidak mudah dilakukan. Itu menunjukkan kualitas pembalap dan motor yang dimilikinya," kata Acosta.
Saat ini, Martin masih tertinggal 20 poin dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, setelah gagal meraih poin di Grand Prix Hungaria. Namun, dengan masih tersisa 14 seri balapan, Acosta yakin bahwa persaingan untuk gelar MotoGP 2026 masih terbuka lebar. Bagi Acosta, jika Jorge Martin mampu kembali ke kondisi fisik terbaiknya, sang juara dunia bertahan akan menjadi lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan, termasuk bagi pesaing utama seperti Marc Marquez dan Marco Bezzecchi.