Pedro Martínez tengah mempersiapkan timnya untuk musim mendatang di Real Madrid Basketball, di bawah kepemimpinan baru Juan Carlos Sánchez. Saat ini, Jaime Padrilla menjadi satu-satunya pemain yang resmi bergabung, sementara beberapa nama lainnya masih dalam pembicaraan untuk proyek tim ini.
Martínez merasa sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan Walter Tavares, pemain tengah asal Tanjung Verde yang telah sepenuhnya pulih dari cedera. Tavares memiliki tempat istimewa di hati Martínez, terutama karena mereka pernah bekerja sama saat Martínez menjabat sebagai pelatih di Gran Canaria. Di sinilah Tavares memulai kariernya di Liga Endesa pada 6 Januari 2013, sebuah langkah penting yang mengubah arah hidupnya dalam dunia bola basket.
Memori Bersama di Gran Canaria
Pada saat itu, Tavares masih dianggap sebagai 'raksasa' yang baru memasuki dunia basket tanpa banyak pengalaman. Namun, Pedro Martínez sudah melihat potensi besar dalam dirinya. Dikenang dengan sebuah pernyataan yang menjadi bagian dari sejarah, Martínez pernah berkata, "Saya akan gagal jika tidak bisa menghasilkan sesuatu yang baik dari anak ini," menandakan tekadnya untuk mengembangkan Tavares menjadi pemain yang berpengaruh.
Kembali ke Madrid dan Tantangan Cedera
Kerja sama antara Martínez dan Tavares akhirnya membawanya ke NBA, sebelum kembali ke Eropa dan menandatangani kontrak dengan Real Madrid. Di klub ini, Tavares telah menjadi salah satu pemain kunci selama beberapa tahun terakhir dan menjadi incaran banyak klub besar di Eropa. Namun, tahun lalu, ia mengalami cedera serius pada ligamen medial lateral di lutut kirinya, yang membuatnya absen di momen-momen penting musim lalu. Cedera ini juga berkontribusi pada pemecatan Sergio Scariolo setelah gagal meraih gelar di tahun pertamanya sebagai pelatih.