Pada pertandingan IBL All Indonesian, Pelita Jaya Jakarta meraih kemenangan atas Kesatria Bengawan Solo dengan skor 76-52. Dalam laga yang berlangsung, Andakara Prastawa, kapten tim Pelita Jaya, menjelaskan faktor-faktor yang membawa timnya meraih kemenangan.
Prastawa yang tampil dari bangku cadangan berhasil mencetak tujuh dari sembilan percobaan tembakan, termasuk enam tembakan tiga angka. Selain itu, ia juga mencatatkan empat rebound, tiga steal, dan satu assist, sehingga kontribusinya membuat bench point Pelita Jaya menyumbang total 39 poin. Di sepanjang pertandingan, Pelita Jaya sempat unggul hingga 34 poin.
Performa Tim yang Solid
Dalam pertandingan ini, Vincent Kosasih dan Putu J. Satria Pande masing-masing menyumbangkan 13 poin. Pelita Jaya menutup babak pertama dengan keunggulan 49-30. Di kuarter ketiga, mereka menambah 21 poin, namun di kuarter keempat, tim mulai melakukan rotasi dan hanya mampu mencetak enam poin.
“Memang terlihat dari skema pertahanan Kesatria, ada ruang kosong dari luar busur. Jadi menurut saya, tembak saja. Pertandingan ini jauh lebih baik dari permainan kami sebelumnya,” ungkap Andakara Prastawa yang berhasil mengumpulkan total 20 poin dalam pertandingan ini.
Evaluasi untuk Perbaikan
Meski meraih kemenangan, Prastawa menekankan bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki, terutama di kuarter keempat saat rotasi pemain dilakukan. Ia berharap setiap pemain yang tampil dapat menjaga intensitas permainan tim, bukan justru menurun, sehingga hanya mencetak enam poin di kuarter terakhir.
Dari pihak Kesatria Bengawan Solo, Abraham Renoldi Wenas mencetak 15 poin dan lima assist, sementara Nuke Tri Saputra menyelesaikan pertandingan dengan 10 poin. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi tim Kesatria. Dengan hasil ini, Pelita Jaya, Kesatria, dan Hangtuah JG Liem Jakarta masing-masing memiliki rekor 1-1, memberi mereka peluang yang sama untuk melaju ke babak semifinal IBL All Indonesian.