Pemilik tim Chicago Sky, Michael Alter, menyatakan bahwa gugatan yang dilayangkan oleh mantan pemain NBA, Enes Kanter Freedom, mengenai kebebasan berbicara adalah sebuah perkara yang tidak memiliki dasar dan tergolong sembrono. Kanter Freedom mengajukan gugatan terhadap Chicago Sky, Pemerintah Kota Chicago, serta Metropolitan Pier and Exposition Authority, yang merupakan pengelola Wintrust Arena.
Dalam gugatan yang diajukan pada hari Kamis ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara Illinois, Kanter Freedom menuduh bahwa hak kebebasan berbicaranya yang dilindungi oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS telah dilanggar setelah ia dikeluarkan dari pertandingan Sky pada 23 Agustus dan dilarang untuk menghadiri pertandingan Sky di arena tersebut. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Sky dan Indiana Fever, di mana Kanter Freedom berada di area courtside dengan mengenakan kaus hitam bertuliskan, "WOMAN noun. adult human female."
Di akhir kuarter ketiga, Kanter Freedom terlibat dalam perdebatan dengan guard Sky, Natasha Cloud. Ia kemudian berdiri dan bergerak menuju lapangan sambil terus bertukar kata dengan Cloud, melewati beberapa operator kamera media sebelum akhirnya mendekati area lapangan. Petugas keamanan pun menghentikannya dan mengeluarkannya dari arena.
Pernyataan Michael Alter
Sebelumnya, Alter menyatakan bahwa tindakan Kanter Freedom yang bergerak menuju lapangan dan berinteraksi dengan pemain membuatnya berpotensi menjadi ancaman. Dalam pernyataannya pada Jumat (4/9), Alter menegaskan bahwa pengusiran tersebut tidak ada hubungannya dengan pesan yang tertera di kaus Kanter Freedom. "Gugatan ini tidak berdasar dan sembrono. Klaim Freedom bahwa dia dikeluarkan dari Wintrust Arena karena ucapannya adalah tidak benar," ungkap Alter.
Alter menjelaskan bahwa Kanter Freedom telah mengenakan kaus tersebut selama beberapa jam tanpa mendapatkan teguran dari petugas keamanan. Ia baru dikeluarkan setelah dianggap melanggar aturan perilaku penonton dengan berdiri dari tempat duduk, melakukan gestur kepada seorang pemain, dan bergerak menuju lapangan. "Freedom dikeluarkan karena perilakunya, bukan karena ucapannya. Kami menantikan kebenaran terungkap di pengadilan," tambah Alter.
Tanggapan Enes Kanter Freedom
Melalui media sosial, Kanter Freedom membantah alasan pengusirannya dan menyatakan bahwa ia sedang menggunakan hak kebebasan berbicara secara damai, tanpa ada ancaman atau kekerasan dalam tindakannya. "Saya tidak akan diintimidasi. Saya tidak akan dibungkam. Saya akan terus membela perempuan dan kebebasan berbicara," tulis Kanter Freedom.
Dalam beberapa tahun terakhir, Enes Kanter Freedom aktif menyuarakan pandangan politik dan terlibat dalam perdebatan nasional mengenai atlet transgender dalam olahraga putri. Ia dan mantan pemain NBA Royce White sebelumnya menyatakan diri sebagai perempuan dan mengklaim memenuhi syarat untuk bermain di WNBA. Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa keduanya tidak memenuhi syarat untuk berkompetisi di liga tersebut.