Logo
Berita Olahraga

Pemuda 17 Tahun Sukses Raih Medali Emas di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Rahman Bertekad Menuju Paralimpiade

Abdil Majid Rahman, atlet berusia 17 tahun asal Riau, berhasil meraih medali emas dalam debutnya di Asian Para Games 2026. Ia kini berambisi untuk berlaga di Paralimpiade Los Angeles 2028.

S
Surya Kirana
23 October 2026 17 pembaca
Debut pemuda berusia 17 tahun bernama Abdil Majid Rahman langsung berbuah medali emas di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Debut pemuda berusia 17 tahun bernama Abdil Majid Rahman langsung berbuah medali emas di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Nagoya: Dalam debutnya yang mengesankan, Abdil Majid Rahman, seorang pemuda berusia 17 tahun asal Kabupaten Kampar, Riau, berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2026. Atlet para renang ini mencatatkan waktu tercepat di nomor 100 meter gaya dada klasifikasi SB7 yang berlangsung di Nagoya City General Gymnasium (Rainbow Hall) pada Kamis, 22 Oktober.

Abdil Majid menyelesaikan perlombaan dengan waktu 1 menit 20,26 detik, mengungguli atlet dari China, Zhang Yilong, yang mencatatkan waktu 1 menit 21,98 detik, serta Shahafiq bin Abdullah dari Malaysia dengan waktu 1 menit 36,41 detik. Kegembiraan terpancar dari wajahnya, dan ia mengaku tidak menyangka dapat meraih medali emas di ajang tersebut.

Kesan Pertandingan Pertama

“Pertandingannya sangat seru dan menegangkan karena baru pertama kali ini bertanding di Asia,” ungkap Abdil Majid Rahman. Meskipun ini adalah pengalaman pertamanya, ia merasa dapat mempersiapkan diri dengan baik dan tidak merasakan tekanan yang mengganggu tidurnya. Ia menyebutkan bahwa sehari sebelum pertandingan, ia tidur pada pukul 22.00.

“Ya dibilang nervous ya nervous karena baru pertama kan bertanding di Asia. Ya deg-degan tetapi saya berusaha untuk mengendalikan itu tadi,” tambahnya. Medali emas yang diraihnya dipersembahkan untuk orang tua dan pelatih yang telah membantunya dalam perjalanan kariernya.

Karier yang Melesat

Perjalanan karier Abdil Majid terasa sangat cepat. Setelah terpilih untuk bergabung dengan Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) pada tahun 2023, ia berlatih dengan keras dan menunjukkan perkembangan pesat. Namanya mulai dikenal di Asia setelah meraih empat medali emas dan dua perak di Asian Youth Para Games 2025 di Uni Emirat Arab.

Di ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand, ia juga berhasil meraih dua medali emas dan empat perak. Kini, setelah mendapatkan medali emas di Asian Para Games, Majid merasa bersyukur. “Rasanya ya, aku bersyukur di umur 17 tahun sudah dapat emas di Asian Para Games,” ujarnya.

Majid kini memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu meraih tiket untuk berlaga di Paralimpiade Los Angeles 2028. “Insya Allah ngejar sih, ada (waktu) dua tahun lagi ngejar ke Los Angeles 2028,” katanya. Ia berkomitmen untuk berusaha sekuat mungkin untuk mencapai tujuan tersebut.

Sementara itu, Agni Herarta Anindya Satria, koordinator pelatih para renang Indonesia, memberikan pujian atas kemajuan yang ditunjukkan oleh Majid. Ia menilai bahwa Majid adalah atlet yang bersemangat dan selalu ingin belajar. “Progresnya luar biasa pesat ya, karena memang anaknya semangat, mau belajar,” ujarnya.

Agni juga menjelaskan bahwa meskipun tidak menargetkan medali emas untuk Majid, hasil yang diperoleh sesuai dengan proyeksi yang ada. “Sebenarnya, Majid kan tidak kita target ya, karena kelas SB7 itu sepi, biasanya digabung dengan SB8. Tapi ternyata di sini SB7 bisa dilombakan sendiri, pesertanya cukup,” jelasnya.

Tambahan medali emas dari Majid membuat tim para renang Indonesia berhasil menyumbangkan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu, melebihi target awal yang hanya satu medali emas. “Kita ya Alhamdulillah bersyukur. Support dari negara, dari NPC Indonesia dan sebagainya untuk menghadapi event ini luar biasa,” tutup Agni.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait