Logo
Berita Olahraga

Pengalaman Berharga Suhendra dalam Kunjungan ke CYATC untuk Meningkatkan Pembelajaran Olahraga

Suhendra, seorang guru PJOK dari Pulau Kelapa, mengikuti kunjungan ke Cibubur Youth Athlete Training Center (CYATC) untuk meningkatkan pembelajaran olahraga di daerahnya. Ia bertekad untuk menerapkan...

A
Arya Satya
18 September 2026 24 pembaca
Suhendra, menjadi salah satu guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) asal Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, yang mendapat pengalaman baru setelah terpilih mengikuti kunjungan ke CYATC di Cibubur, Jakarta Timur. (dok.Gilang/Kemenpora)
Suhendra, menjadi salah satu guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) asal Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, yang mendapat pengalaman baru setelah terpilih mengikuti kunjungan ke CYATC di Cibubur, Jakarta Timur. (dok.Gilang/Kemenpora)

Jakarta: Suhendra, seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu, mendapatkan pengalaman berharga setelah terpilih untuk mengikuti kunjungan ke Cibubur Youth Athlete Training Center (CYATC) yang terletak di Cibubur, Jakarta Timur. Setelah mengikuti kegiatan ini, ia berkomitmen untuk meningkatkan pembelajaran olahraga di wilayahnya.

Sebagai salah satu dari 25 peserta yang terpilih oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Suhendra berkesempatan untuk melihat langsung proses pembinaan atlet yang memenuhi standar internasional. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi yang dilalui cukup panjang, termasuk tahapan aktualisasi. "Alhamdulillah, tentunya saya mensyukuri nikmat Allah SWT. Sebelum terpilih, ada proses-proses yang saya hadapi, yaitu aktualisasi dan beberapa tahapan lainnya," ungkapnya saat berbincang pada Sabtu (12/9).

Fasilitas Olahraga yang Mengagumkan

Selama kegiatan tersebut, Suhendra juga melihat berbagai fasilitas olahraga yang ada. Ia merasa terkesan dengan kondisi fasilitas yang dinilai rapi, bersih, dan nyaman untuk mendukung latihan atlet. "Awalnya saya juga tidak seperti ini, kaget juga. Tiba-tiba saya diundang ke Kemenpora dan melihat tempat ini. Luar biasa, tempatnya rapi, bersih, dan fasilitasnya luar biasa," ujarnya.

Salah satu fasilitas yang menarik perhatian Suhendra adalah area latihan pencak silat, yang menurutnya memberikan kenyamanan bagi atlet saat berlatih. Namun, pengalaman selama tiga hari itu tidak hanya ingin dinikmati untuk dirinya sendiri. Ia berencana untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang didapat dalam pembelajaran olahraga di sekolahnya. "Ketika saya berada di sini selama tiga hari, bekal untuk siswa dan murid saya, saya akan memberikan inovasi dan pelatihan-pelatihan yang saya lihat di sini," katanya.

Harapan untuk Akses yang Lebih Luas

Ia juga berharap agar anak-anak di Kepulauan Seribu mendapatkan akses yang lebih baik untuk mengembangkan potensi olahraga mereka, termasuk kesempatan untuk berlatih di fasilitas yang tersedia di daratan. "Harapan saya dan teman-teman di Kepulauan Seribu agar bisa diberikan akses, sehingga atlet dan anak-anak pulau bisa ke darat untuk berlatih di sini," tutur Suhendra.

Menurutnya, anak-anak di Kepulauan Seribu memiliki semangat yang sama untuk berolahraga dan mencapai prestasi. Oleh karena itu, ia bertekad untuk terus mendorong mereka agar mendapatkan kesempatan yang lebih luas. "Saya akan semangat untuk melatih mereka," pungkasnya.

Pesan serupa juga disampaikan oleh peserta lain, Rajib Gandi Ismail, yang merasa bersyukur dan bangga dapat mewakili Provinsi Gorontalo dalam kegiatan tersebut. "Kepercayaan tersebut bagi saya bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab untuk membawa semangat olahraga dari daerah ke tingkat nasional," katanya saat mendukung Indonesia Sport Summits 2026 pada 11-13 September di JICC Jakarta.

Rajib berharap bahwa kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikat tidak berhenti di situ. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan perlu diberikan ruang untuk beraktivitas, berjejaring, mendapatkan pendampingan, serta dilibatkan dalam program pembudayaan olahraga secara berkelanjutan. Sinergi antara Kemenpora, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan para peserta dapat terus diperkuat agar olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa TPON memberikan motivasi baru melalui materi yang luar biasa dari para narasumber dalam mendukung Sport Tourism, serta belajar dari sponsor pada kegiatan Indonesia Sports Summit. "Terima kasih kepada Kemenpora, khususnya Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga atas kesempatan, kepercayaan, dan pengalaman yang diberikan kepada kami. Dari Gorontalo, kami siap membawa semangat TPON untuk terus menggerakkan masyarakat, membudayakan olahraga, dan membangun Indonesia yang lebih sehat dan aktif," ujarnya.

Bertemu dengan 25 TPON dari berbagai daerah juga menjadi pengalaman berharga bagi Annisa, yang merasa banyak hal baru yang dapat dibawa pulang dari ISS 2026. "Terima kasih Kemenpora sudah mengundang saya untuk mengikuti Indonesia Sports Summit 2026, acaranya seru banget, keren, dan dikemas dengan sangat megah. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapat dari talkshow, games, berbagai event, sampai bisa bertemu langsung dengan para pelaku industri olahraga," ungkapnya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait