Logo
Basket

Penghargaan untuk Alpha Diallo, Menurut Nicolo Melli

Nicolo Melli, pemain veteran Fenerbahce Beko, mengungkapkan keinginannya untuk menjadi Bek Terbaik EuroLeague 2026 sambil memberikan pujian kepada Alpha Diallo dari AS Monaco yang dinilai layak meneri...

C
Citra Erwana
13 May 2026 14 pembaca
Penghargaan untuk Alpha Diallo, Menurut Nicolo Melli
Nicolo Melli Nilai Alpha Diallo Layak Jadi Pemain Bertahan Terbaik

Dalam dunia basket Eropa, Nicolo Melli, yang merupakan pemain berpengalaman dari Fenerbahce Beko, mengungkapkan ambisinya untuk meraih gelar Bek Terbaik EuroLeague 2026. Namun, ia juga tidak ragu untuk memberikan penghormatan kepada Alpha Diallo, pemain dari AS Monaco, yang telah mendapatkan penghargaan tersebut.

Melli menyatakan, “Bukan berarti saya tidak peduli dengan trofi pribadi. Jika Anda berada di posisi kedua, Anda ingin berada di posisi pertama. Lebih baik berada di posisi kedua daripada ketiga, tetapi tentu saja Anda ingin berada di posisi pertama. Jika Anda memiliki kesempatan, jika Anda memiliki peluang untuk itu, sebaiknya Anda mencobanya.”

Pujian untuk Alpha Diallo

Ia melanjutkan dengan menegaskan kualitas Diallo sebagai pemain bertahan, “Meskipun begitu, apakah Alpha Diallo seorang pemain bertahan yang bagus? Tentu saja. Tidak perlu diperdebatkan lagi. Bukan berarti mereka memberikannya kepada seseorang yang tidak bermain bertahan. Dia adalah pemain bertahan yang hebat. Dan dia mungkin selalu menjaga pemain lawan yang paling tangguh.”

Dominasi Fenerbahce di Pertahanan

Fenerbahce Beko dikenal luas sebagai tim dengan pertahanan terbaik di musim reguler EuroLeague. Keunggulan dalam aspek permainan ini menjadi faktor utama yang membawa mereka menduduki posisi teratas selama sebagian besar musim, meskipun akhirnya mereka menyelesaikan kompetisi di peringkat ketiga.

Melli berperan sebagai jangkar utama dalam pertahanan tim yang sering kali sangat ketat, dengan kontribusi yang sulit diukur hanya dengan statistik. Pemain berusia 35 tahun dari Italia ini menunjukkan kemampuannya dalam berbagai peran defensif: menjaga lawan yang berbahaya dalam situasi satu lawan satu, memberikan dukungan di berbagai area, membimbing rekan setim, serta menjadi elemen yang menyatukan pertahanan yang sering berubah, sesuai dengan gaya pelatih Sarunas Jasikevicius.

Artikel Terkait