Logo
Raket

Perjalanan Haydee Amada Poveda dalam Dunia Bulu Tangkis Ekuador

Haydee Amada Poveda, seorang guru bulu tangkis di Ekuador, berbagi kisahnya tentang bagaimana ia terlibat dalam olahraga ini dan dampaknya terhadap pengembangan diri.

C
Citra Erwana
16 September 2026 25 pembaca
Haydee Amada Poveda/[Foto:BWF]
Haydee Amada Poveda/[Foto:BWF]

Dalam edisi ke-73 dari seri Humans of BWF Shuttle Time, kami menyajikan pandangan dari individu yang berperan dalam pengembangan bulu tangkis di tingkat dasar. Haydee Amada San Lucas Poveda, seorang guru Shuttle Time di Federasi Bulu Tangkis Ekuador, menceritakan perjalanan hidupnya dalam dunia bulu tangkis.

Masa Kecil yang Bahagia

Haydee menggambarkan masa kecilnya sebagai periode yang indah dan penuh kebahagiaan. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang hangat, terdiri dari ibu, nenek, paman, dan sepupu, serta menghabiskan banyak waktu bermain dengan teman-teman dari sekitar. Permainan menjadi bagian penting dalam hidupnya. Meskipun ia adalah murid yang baik dan menyukai belajar, ia juga menikmati masa kecil yang aktif dengan berbagai permainan tradisional dan kegiatan di luar ruangan. Haydee mengenang permainan sepak bola dan berbagai permainan lainnya yang selalu mengisi hari-harinya. Ia menyadari bahwa pengalaman tersebut membentuk siapa dirinya saat ini dan mempengaruhi kecintaannya terhadap profesinya. Ia melihat olahraga, khususnya bulu tangkis, sebagai alat yang kuat untuk pengembangan diri, kesejahteraan, rasa hormat, permainan yang adil, dan persaingan yang sehat.

Awal Mula Menyukai Bulu Tangkis

Haydee pertama kali mengenal bulu tangkis pada akhir tahun 2018 dan awal 2019 saat mengikuti pameran olahraga di Malecón del Salado, Guayaquil, yang diadakan oleh Komite Olimpiade Ekuador. Ia berpartisipasi sebagai sukarelawan di Komisi Olahraga untuk Semua dan diundang untuk menghadiri acara tersebut. Di sana, temannya, Carlos Jácome, memperkenalkan Haydee kepada Emilio Zambrano, yang terlibat dalam penyebaran bulu tangkis melalui program Shuttle Time. Pertemuan ini membangkitkan rasa ingin tahunya untuk lebih mengenal olahraga ini, yang kemudian mendorongnya untuk mulai berlatih dan mengikuti berbagai kursus, termasuk kursus kepelatihan dan wasit.

Proses pembelajaran yang dilaluinya membawanya untuk berpartisipasi sebagai wasit nasional di Kejuaraan Bulu Tangkis Amerika Selatan yang diadakan di Guayaquil pada tahun 2019. Sejak saat itu, Haydee terus terlibat dalam olahraga ini dengan semangat untuk menyebarluaskan dan mengembangkannya.

Keterlibatan dalam Pengembangan Bulu Tangkis

Sejak mengenal bulu tangkis, hubungan Haydee dengan olahraga ini terus berkembang dan sangat memperkaya hidupnya. Ia terus belajar dan berlatih, tidak hanya melalui kursus tetapi juga secara mandiri. Haydee berpartisipasi dalam program 'Saya Olimpiade' dari Akademi Olimpiade Ekuador, yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai disiplin olahraga kepada siswa di sekolah dan perguruan tinggi. Sebagai guru Pendidikan Jasmani, ia berusaha keras untuk memasukkan bulu tangkis ke dalam kurikulum kelasnya.

Haydee mengenang sebuah institusi tempat ia pertama kali memperkenalkan bulu tangkis secara formal. Meskipun awalnya ada penolakan karena banyak siswa lebih akrab dengan sepak bola, perubahan yang terjadi setelah mereka mulai bermain bulu tangkis sangat luar biasa, dan olahraga ini akhirnya menjadi bagian dari budaya olahraga di sekolah tersebut. Ketika ia bergabung sebagai dosen di perguruan tinggi jurusan Pelatihan Olahraga, Haydee juga menggunakan bulu tangkis sebagai alat pedagogis dan pendekatan rekreasi dalam pelatihan mahasiswa.

Selain itu, Haydee berkomitmen untuk membagikan olahraga ini kepada komunitasnya. Ia telah mengadakan sesi gratis untuk anak-anak dan remaja agar mereka dapat mengenal dan berlatih bulu tangkis. Ia juga terlibat dalam klub pelatihan "Don Q", di mana mereka mengajarkan bulu tangkis secara gratis kepada masyarakat.

Artikel Terkait