Le Mans - Awal yang kuat bagi Aprilia membawa Marco Bezzecchi dan Jorge Martin menduduki posisi teratas dalam klasemen. CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengungkapkan adanya aturan ketat yang harus diikuti oleh kedua pebalap ini.
Pabrikan asal Italia ini telah menunjukkan dominasi di lima seri pertama MotoGP 2026, dengan Bezzecchi dan Martin berhasil meraih enam kemenangan dari sepuluh balapan yang digelar. Bezzecchi mencatatkan tiga kemenangan, dua kali menjadi runner-up, dan satu kali finis ketiga dalam sprint race. Sementara itu, Martin berhasil meraih tiga kemenangan, termasuk satu di balapan utama, dua kali menjadi runner-up, dan satu podium di sprint race.
Kedua pebalap kini hanya terpisah satu poin di klasemen MotoGP, di mana Marco Bezzecchi memimpin dengan 128 poin, sedangkan Jorge Martin mengumpulkan 126 poin. Dengan situasi ini, keduanya diprediksi akan bersaing ketat untuk merebut gelar juara dunia di sisa musim.
Aturan Saling Menghormati
Rivola menjelaskan bahwa Aprilia memiliki 'aturan hitam' yang harus dipatuhi oleh Bezzecchi dan Martin. Keduanya diperbolehkan untuk bersaing di lintasan, namun diwajibkan untuk saling menghormati agar tidak terjadi ketegangan yang tidak perlu.
"Aturan sederhananya adalah mereka harus saling menghormati. Kalau mereka melakukannya, maka tidak akan ada masalah. Mereka yang paling beruntung, yang akan berhasil. Kalau mereka tidak melakukannya, maka saya akan harus melakukan pekerjaan saya dan mengingatkan mereka bahwa mereka harus saling menghormati," ungkap Rivola.
Profesionalisme di Lintasan
Rivola menambahkan, "Saya kira kami tidak perlu sampai marah; saya akan marah ketika tidak ada rasa hormat di antara orang-orang. Sejauh ini tidak seperti itu." Ia percaya bahwa kedua pebalap tersebut tidak hanya cepat, tetapi juga profesional. "Saya kira mereka akan saling menghormati; mereka tahu persis aturannya, 'aturan hitam' dengan sangat baik, dalam dua kata: saling menghormati," tegas Rivola.