Setelah tiba dengan selamat di Tokyo, para atlet bulu tangkis Indonesia segera melaksanakan sesi latihan perdana sebagai persiapan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pelatih tunggal putri, Imam Tohari, mengungkapkan bahwa kondisi para pemain sangat baik pada hari pertama latihan.
“Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik,” kata Imam Tohari kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Fokus Latihan dan Adaptasi Cuaca
Latihan yang dijadwalkan meliputi berbagai teknik pukulan dan pergerakan di lapangan dengan kecepatan sedang, agar para atlet dapat beradaptasi dengan baik. Imam menambahkan, “Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa.”
Pemilihan Tokyo sebagai lokasi training camp didasarkan pada karakteristik cuaca yang mirip dengan Nagoya, baik dari segi suhu maupun kelembapan. “Dengan cuaca di Tokyo dan nanti di Nagoya yang tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu dingin. Dengan kisaran suhu 25 derajat Celsius itu cocok dengan atlet-atlet kita jadi seharusnya secara adaptasi tidak akan menjadi masalah besar,” jelasnya.
Persiapan Menjelang Kejuaraan
Tim bulu tangkis nasional Indonesia akan menjalani pelatihan di Tokyo selama empat hari sebelum bertanding di putaran final kejuaraan kontinental Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Imam menyatakan bahwa seluruh fasilitas, mulai dari akomodasi hingga tempat latihan, telah disiapkan dengan baik. “Seluruh fasilitas dari hotel, tempat latihan dan kebutuhan-kebutuhan lain terkait pemusatan latihan anak-anak sudah lengkap sesuai dengan yang kami harapkan,” ungkapnya dalam siaran pers Humas PP PBSI.
Eng Hian juga menambahkan, “Sehingga persiapan anak-anak dipastikan tidak terganggu dan akan sesuai dengan program-program yang sudah dirancang sejak dari pelatnas di Indonesia.”
Pemusatan latihan di Tokyo dianggap sebagai langkah penting dalam persiapan akhir menuju Asian Games. Fokus utama adalah memperkuat aspek teknis dan taktis, menjaga kebugaran fisik, mengatur ritme latihan dan pemulihan, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim.