Skuad bulu tangkis junior Indonesia bersiap untuk berkompetisi di Kejuaraan Asia Junior 2026 yang akan berlangsung pada akhir bulan ini di Kumamoto, Jepang. Menjelang kejuaraan tersebut, tim melakukan simulasi untuk mengevaluasi sejauh mana persiapan para pemain dalam menghadapi pertandingan beregu.
Tujuan Simulasi dan Persiapan Atlet
"Tujuan dari simulasi ini adalah untuk membiasakan anak-anak dengan suasana pertandingan beregu, yang bukanlah hal yang sering mereka alami," ungkap salah satu pelatih melalui siaran pers Humas PP PBSI. "Kami ingin mereka terbiasa dengan atmosfer kompetisi ini," tambahnya.
Selain itu, pelatih juga menyampaikan bahwa simulasi ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan aturan yang berlaku, mengingat ada banyak perubahan, termasuk dalam sistem penilaian. "Anak-anak harus siap menghadapi perubahan tersebut, dan pelatih juga perlu menyesuaikan strategi, terutama dalam hal substitusi di gim kedua dan ketiga sesuai kebutuhan," jelasnya.
Atlet Siap Bertanding
Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, mengungkapkan bahwa sebanyak 26 atlet Merah Putih siap memberikan penampilan terbaik mereka di Kumamoto. "Hari ini kami melepas 26 atlet junior menuju Badminton Asia Junior Championships 2026. Mereka adalah atlet-atlet terbaik yang siap membela Indonesia," ujar Ricky dalam siaran pers Humas PP PBSI.
Ricky juga memberikan pesan kepada para atlet, "Dengan persiapan yang sudah dilakukan, kini tinggal bagaimana mereka menunjukkan performa di lapangan. Semangat dan daya juang harus ditunjukkan, serta selalu berusaha memberikan yang terbaik."
Dalam ajang beregu campuran Kejuaraan Asia Junior 2026, Indonesia mendapatkan undian yang cukup berat, terletak di grup yang berisi tim-tim kuat seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Makau di Grup D. Sementara itu, di Grup A, unggulan teratas Thailand akan melawan tim Hong Kong dan Singapura. Grup B juga tidak kalah ketat dengan tim China yang tergabung bersama Jepang, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka. Grup C juga menarik dengan India yang berhadapan dengan Taiwan, Kazakhstan, dan Filipina.