Logo
Raket

Persiapan Tim Indonesia Menuju Asian Games 2026: Leo Carnando Bertekad Lebih Berani

Leo Rolly Carnando bersama rekan-rekannya dari Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan berlangsung di Jepang. Kegagalan sebelumnya di Hangzhou menja...

E
Eko Prasetyo
16 September 2026 26 pembaca
Muhammad Shohibul Fikri-Leo Rolly Carnando/[Foto:PBSI]
Muhammad Shohibul Fikri-Leo Rolly Carnando/[Foto:PBSI]

Leo Rolly Carnando menjadi salah satu atlet yang mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan dihelat akhir pekan ini di Jepang. Bersama dengan pemain lainnya seperti Daniel Marthin dan Muhammad Shohibul Fikri, Leo saat ini sedang menjalani training camp di Tokyo untuk mempersiapkan diri menjelang kompetisi di Nagoya.

“Hari ini latihannya cukup baik, programnya masih maintain latihan kami yang di Indonesia kemarin. Suasana di sini enak dan kebersamaan timnya mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari,” ungkap Daniel melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Senin (14/9).

Kegagalan Sebelumnya Jadi Pelajaran Berharga

Kegagalan yang dialami di Asian Games sebelumnya di Hangzhou menjadi pelajaran penting bagi Leo untuk meningkatkan performanya dan berani menghadapi tantangan di ajang empat tahunan ini. “Kegagalan di Asian Games Hangzhou, kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani,” tambah Leo.

Latihan Perdana di Tokyo

Setelah tiba di Tokyo, para pemain bulu tangkis Indonesia segera melaksanakan latihan perdana sebagai bagian dari persiapan beberapa hari sebelum Asian Games Aichi-Nagoya 2026. “Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik,” kata pelatih tunggal putri pelatnas bulu tangkis Indonesia, Imam Tohari, kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

“Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa,” tambah Imam.

Tokyo dipilih sebagai lokasi training camp karena karakteristik cuacanya yang mirip dengan Nagoya, baik dari suhu maupun curah hujan yang cenderung bersahabat. “Dengan cuaca di Tokyo dan nanti di Nagoya yang tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu dingin. Dengan kisaran suhu 25 derajat celcius itu cocok dengan atlet-atlet kita jadi seharusnya secara adaptasi tidak akan menjadi masalah besar,” jelas Imam.

Artikel Terkait