Logo
Sepakbola

Persib Bandung Kecam Penyerangan Rombongan Tim EPA di Jawa Tengah

Persib Bandung mengutuk keras insiden penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) yang terjadi di Rest Area Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, yang mengakibatkan kerusakan pada bus...

A
Atha Aziz
12 October 2026 27 pembaca
Penampakan kerusakan di bus Persib yang mengalami penyerangan di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). (ISTIMEWA)
Penampakan kerusakan di bus Persib yang mengalami penyerangan di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). (ISTIMEWA)

Pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, Persib Bandung mengeluarkan pernyataan mengecam penyerangan yang dialami oleh rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ini mengakibatkan kerusakan pada bus rombongan, kehilangan barang-barang, serta seorang anggota mengalami kekerasan fisik.

Dalam pernyataannya, Persib menekankan bahwa keselamatan personel adalah prioritas utama. Klub meminta agar kejadian ini ditangani secara objektif melalui jalur hukum, agar semua pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Detail Insiden Penyerangan

Menurut informasi yang diterima, insiden bermula ketika Pandu Persada, Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, dan Ridwan dari tim Akademi Persib, sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung setelah menyelesaikan tugas peliputan kegiatan EPA. Dalam perjalanan tersebut, mereka berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang baru saja mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

Bus rombongan EPA diserang oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari suporter tersebut. Akibatnya, bus mengalami kerusakan, dan beberapa koper milik ofisial serta tim EPA Persib U-18 dilaporkan dijarah. Saat kejadian, Pandu dan Ridwan sempat berada di area toilet dan ketika hendak kembali ke bus, kondisi di lokasi sangat tidak aman, sehingga mereka terpisah dari rombongan. Bus EPA melanjutkan perjalanan lebih dahulu sementara mereka tertinggal.

Kekerasan Terhadap Personel

Dalam situasi yang tidak menguntungkan tersebut, Pandu mengalami kekerasan fisik dari sekelompok orang yang terlibat dalam penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, ia berlindung di sebuah tempat tambal ban di kawasan Rest Area Batang KM 360. Persib menilai insiden ini berkaitan dengan keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, serta dugaan perusakan kendaraan dan pencurian barang.

Persib menyatakan, "PERSIB memandang serius insiden ini karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional, sekaligus dugaan perusakan kendaraan dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak."

Klub juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dan meminta agar penanganan insiden dilakukan dengan serius dan objektif untuk mengungkap fakta serta menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab. "Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan," tambah mereka.

Persib terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap personel yang terdampak berjalan dengan baik, dan mengimbau semua pihak untuk tetap tenang serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperburuk situasi.

"PERSIB mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi."

Artikel Terkait