Logo
Olahraga Lain

Pertarungan Imaginatif: George Foreman vs Oleksandr Usyk

Oleksandr Usyk, yang belum pernah kalah dalam karier tinjunya, diperkirakan akan menghadapi tantangan besar jika bertemu dengan George Foreman di masa jayanya, menurut mantan juara Johnny Nelson.

B
Bayu Biru
26 August 2026 27 pembaca
George Foreman
George Foreman

Oleksandr Usyk, petinju asal Ukraina yang belum pernah mengalami kekalahan dalam karier profesionalnya, telah berhasil mengalahkan banyak petinju terkenal di kelas berat. Meskipun demikian, Johnny Nelson, mantan juara dunia WBO di kelas cruiserweight, berpendapat bahwa Usyk akan menghadapi kesulitan yang signifikan jika berhadapan dengan George Foreman saat legenda tinju Amerika itu berada di puncak performanya.

Usyk telah mencatatkan namanya dalam sejarah tinju dengan menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas cruiserweight, sebelum beralih ke kelas berat dan meraih status sebagai juara tanpa tanding. Ia berhasil mengalahkan Anthony Joshua dua kali dan Tyson Fury dua kali, serta merebut kembali seluruh gelar utama kelas berat setelah mengalahkan Daniel Dubois.

Kekuatan Foreman yang Mengancam

Namun, menurut Nelson, kemampuan teknis dan gerakan Usyk mungkin tidak cukup untuk menandingi kekuatan yang dimiliki Foreman. Ia menilai bahwa Usyk belum pernah menghadapi petinju dengan daya hancur sekuat Foreman yang dikenal sebagai salah satu pemukul paling berbahaya dalam sejarah kelas berat. Pada tahun 1973, Foreman berhasil menghentikan Joe Frazier hanya dalam dua ronde untuk merebut gelar dunia. Setahun setelahnya, ia mengalami kekalahan dari Muhammad Ali dalam pertarungan legendaris di Kinshasa.

Nelson menyampaikan kepada Daily Mail Boxing bahwa meskipun pertarungan antara Foreman dan Usyk akan sangat menarik, ia tidak melihat adanya cara yang jelas bagi Usyk untuk mengalahkan Foreman saat sang legenda berada dalam kondisi terbaiknya. “Ini akan menjadi pertarungan yang menarik, tetapi saya benar-benar tidak melihat bagaimana Usyk bisa mengalahkan George Foreman saat dia berada di puncak performanya,” ungkap Nelson.

Ancaman yang Tak Terelakkan

Pendapat Nelson ini didasarkan pada kekuatan pukulan Foreman. Walaupun Usyk dikenal dengan kecepatan, mobilitas, dan kemampuan teknisnya yang baik, Foreman membawa ancaman yang berbeda dengan tekanan fisik dan pukulan keras dari jarak dekat maupun jauh. Menariknya, meskipun sudah melewati masa puncaknya, kekuatan Foreman tetap menjadi senjata utama. Pada 5 November 1994, di usia 45 tahun, ia secara mengejutkan menghentikan Michael Moorer pada ronde ke-10 untuk merebut gelar WBA dan IBF, menjadikannya juara dunia kelas berat tertua dalam sejarah.

Foreman bahkan tertinggal dalam penilaian juri sebelum menemukan pukulan penentu di ronde terakhir. Moorer, yang saat itu berusia 26 tahun, telah mengendalikan sebagian besar pertandingan, tetapi sebuah pukulan kanan dari Foreman mengubah arah pertarungan dalam sekejap.

Dengan demikian, perbandingan antara George Foreman dan Oleksandr Usyk menciptakan gambaran pertarungan lintas generasi yang menarik. Usyk memiliki keunggulan dalam hal teknik dan mobilitas, tetapi Nelson meyakini bahwa kekuatan dan tekanan yang diberikan oleh Foreman akan menjadi tantangan yang sangat sulit untuk diatasi oleh Usyk.

Artikel Terkait