Logo
Olahraga Lain

Pertarungan Opetaia vs Benavidez: Analisis Andre Ward tentang Duel yang Menarik

Andre Ward menilai pertarungan antara Jai Opetaia dan David Benavidez sebagai duel yang sangat seimbang, dengan kedua petinju memiliki strategi berbeda untuk meraih kemenangan.

E
Elvira Adhitama
06 October 2026 27 pembaca
Jai Opetaia (kiri) dan David Benavidez. (Foto: Fight TV)
Jai Opetaia (kiri) dan David Benavidez. (Foto: Fight TV)

Mantan juara dunia di dua kelas, Andre Ward, mengungkapkan bahwa pertarungan antara Jai Opetaia dan David Benavidez memiliki potensi yang sangat menarik dan seimbang. Ward menyatakan bahwa kedua petinju memiliki cara yang berbeda untuk mencapai kemenangan dalam pertarungan kelas penjelajah ini. “Ini pertarungan yang sulit dipilih pemenangnya. Pertarungan yang hebat untuk divisi kelas penjelajah,” ungkap Ward dalam program All The Smoke Fight.

David Benavidez, yang memiliki catatan sempurna 32-0 dengan 26 kemenangan melalui knockout, merupakan juara kelas penjelajah versi WBA dan WBO. Dikenal karena tekanan yang konstan dan volume pukulan yang tinggi, Benavidez menjadi lawan yang tangguh. Ward menekankan bahwa Jai Opetaia perlu menunjukkan kemampuan dan ketahanan untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat agresivitas Benavidez. Petinju asal Australia tersebut juga harus menemukan keseimbangan antara memanfaatkan keunggulan teknis dan terlibat dalam pertarungan jarak dekat.

Keterampilan dan Ketangguhan dalam Pertarungan

“Dibutuhkan banyak keterampilan untuk memperlambat petinju ofensif seperti David Benavidez. Bukan hanya keterampilan, tetapi juga ketangguhan,” jelas Ward. “Dia hanya akan menghormati Anda jika Anda memukulnya. Pada titik tertentu, Anda harus mendapatkan rasa hormatnya. Namun, Anda juga tidak boleh terpancing melepaskan 100 pukulan per ronde karena itu bukan gaya Anda. Anda tetap harus cukup agresif untuk menunjukkan bahwa Anda berada di sana.”

Opetaia, yang memiliki rekor 31-0 dengan 24 KO, baru saja mempertahankan gelar Ring setelah mengalahkan Noel Mikaelian pada ronde kesembilan di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 12 September. Benavidez menyaksikan pertarungan tersebut dan setelahnya, kedua petinju bertemu, saling berhadapan, dan berkomitmen untuk bertarung pada Mei 2027.

Strategi untuk Kemenangan

Ward menilai bahwa Jai Opetaia memiliki keunggulan dalam hal pergerakan kaki dan kemampuan memilih sudut. Namun, ia juga harus memahami kapan harus bertahan dan kapan harus berdiri untuk bertukar pukulan. “Untuk Jai, dia harus menemukan keseimbangan yang tepat. Dia punya kaki yang bagus. Dia harus memahami di mana harus berada, kapan harus berada di sana, sudut apa yang harus diambil, tetapi juga secara naluriah tahu kapan harus berdiri dan bertarung selama 10, 15, atau 20 detik,” tambah Ward.

Sementara itu, Ward memberikan saran yang lebih sederhana kepada David Benavidez. Ia menyatakan bahwa petinju berusia 29 tahun itu sebaiknya tetap mempertahankan gaya bertarung yang telah menjadi kekuatannya. “Dia hanya perlu terus menjadi David Benavidez,” kata Ward. “Dia bisa bertinju ketika menginginkannya, tetapi dia memiliki dorongan tertentu. Dia bisa bertinju, tetapi sebenarnya dia ingin melepaskan kedua tangannya.” Menurut Ward, gaya bertarung tersebut membuat Benavidez sangat sulit dihadapi karena kombinasi dari kekuatan fisik, ketangguhan, dan volume pukulannya.

Artikel Terkait