Tyson Fury dan Anthony Joshua menunjukkan sikap saling menghormati saat bertemu dalam konferensi pers menjelang pertarungan mereka di Cardiff, Wales, pada Rabu (30/9). Meskipun demikian, kompetisi panjang antara kedua petinju kelas berat asal Inggris ini tetap terlihat melalui beberapa sindiran yang dilontarkan.
Fury dan Joshua dijadwalkan untuk bertarung pada 11 Desember di Principality Stadium, Cardiff, yang dapat menampung sekitar 80.000 penonton. Dalam pertemuan publik pertama mereka di London barat, para pendukung kedua petinju turut meramaikan acara dengan sorakan yang menggembirakan.
Sindiran dan Penghormatan
Fury mengangkat isu mengenai siapa yang dianggap sebagai "bos" dalam pertarungan ini. Ia menggunakan analogi antara pemilik rumah dan penyewa untuk menyindir Joshua. "Ketika saya melihat ke belakang saya, saya hanya melihat satu bos dan itu Fury. Sekarang kamu datang untuk membayar sewa dan saya tidak akan membayar karena saya nomor satu," ungkap Tyson Fury.
Joshua kemudian menanggapi dengan menyatakan bahwa tim Fury meminta namanya dicantumkan setelah Fury dalam materi promosi pertarungan. Namun, Fury membantah klaim tersebut dan menuduh Joshua serta timnya mencoba menghindari pertarungan. Di balik persaingan ini, Fury juga memberikan penghormatan kepada Joshua, menyebutnya sebagai juara dunia dua kali dan peraih medali emas Olimpiade, serta sosok yang menjadi panutan.
Menyongsong Pertarungan
Fury mengakui bahwa ia tidak berada dalam kondisi terbaik ketika Joshua meraih gelar juara dunia. Ia juga menegaskan bahwa usia bukanlah alasan untuk meragukan pertarungan tersebut, mengingat Fury kini berusia 38 tahun dan Joshua akan berusia 37 tahun. "Kami di sini untuk bertarung, dan kami akan bertarung. Saya menantikan tantangan ini. Bertarung di depan 80.000 orang, biarkan yang terbaik menang," ujarnya.
Fury bahkan berjanji untuk tampil agresif dan berusaha menghentikan Joshua. "Saya akan keluar dan menghajarnya. Saya tidak akan berlari atau bertinju aman. Saya akan maju dan bertarung," tegasnya. Joshua membalas dengan menyatakan bahwa dirinya siap menghadapi intensitas yang akan ada dalam pertarungan tersebut. Ia juga meminta penghormatan selama satu menit untuk mengenang sejumlah orang yang telah meninggal, termasuk Sina Ghami, Latif “Latz” Ayodele, dan legenda tinju Ricky Hatton.
Anthony Joshua mengungkapkan rasa syukurnya karena pertarungan yang sebelumnya direncanakan berlangsung di New York akhirnya dapat dilaksanakan di Inggris. Menurutnya, duel ini telah memicu perdebatan di kalangan masyarakat Inggris mengenai siapa yang akan keluar sebagai pemenang. "Kami akan menginspirasi generasi ini dan generasi berikutnya. Orang-orang dari negara ini telah mendukung kami," kata Joshua.